Christ The Mediator
Artikel ini menjelaskan peran sentral Yesus Kristus sebagai "Mediator antara Allah dan manusia." Karena secara alami manusia berada dalam permusuhan melawan Tuhan, rekonsiliasi diperlukan. Mediazione ini diinisiasi oleh Bapa sendiri melalui kedatangan Putra-Nya. Secara objektif dan final, Kristus mencapai rekonsiliasi bagi umat manusia melalui penal substitution (penggantian hukuman) di atas kayu salib; Dia menanggung dosa dan kutukan kita melalui pengorbanan darah-Nya. Hal ini memberikan damai sejahtera yang membebaskan dari rasa bersalah. Yesus adalah "Mediator perjanjian baru," yang menciptakan hubungan baru dengan Tuhan, melampaui sistem Perjanjian Lama. Lebih lanjut, tulisan Perjanjian Baru mengajarkan bahwa pelayanan Kristus mencakup tiga peran atau jabatan: Nabi, Imam, dan Raja, di mana ketiga fungsi ini menyatu dalam satu pribadi-Nya. Bagi orang percaya, ini berarti harus meneladani dan merespons Kristus dengan taat sebagai Raja, mempercayai-Nya sebagai Imam, dan belajar dari Dia sebagai Nabi.
- Mediator antara Allah dan Manusia
- Rekonsiliasi
- Penal Substitution (Penggantian Hukuman)
- Perjanjian Baru (New Covenant)
- Enmity against God (Permusuhan terhadap Tuhan)
- Tiga Jabatan Kristus: Nabi, Imam, Raja
- Kristus adalah Mediator yang wajib menjembatani hubungan antara Allah yang kudus dengan manusia yang berdosa dan terasing.
- Manusia secara alami berada dalam permusuhan (enmity) terhadap Tuhan, sehingga rekonsiliasi dari murka-Nya mutlak diperlukan.
- Rekonsiliasi ini dicapai melalui penal substitution pada salib; Kristus menanggung kutukan dosa manusia dengan darah-Nya sebagai pengorbanan penebusan.
- Yesus merupakan "Mediator perjanjian baru," yang mendirikan hubungan damai dan kesadaran antara Allah dan manusia, melampaui hukum Perjanjian Lama.
- Pelayanan Kristus disatukan dalam tiga jabatan (offices): Nabi, Imam, dan Raja, menunjukkan status-Nya sebagai Juruselamat yang Mahakuasa.
Dear e-Reformed Netters,
No comment.
Happy reading....!
Yulia
R.C. Sproul
012/II/2001
The saving ministry of Jesus Christ is summed up in the statement that He is the "Mediator between God and men" (
Every member of our fallen and rebellious race is by nature in "enemity against God" (
Objectively and once for all, Christ achieved reconciliation for His people through penal substitution. On the cross He took our place, carried our identity as it were, bore the curse due to us (
Jesus is "the Mediator of the new covenant" (
One of Calvin's great contributions to Christian understanding was his observation that the New Testament writers expound Jesus' mediatorial ministry in terms of the three "offices" (defined roles) of prophet, priest, and king. These three aspects of Christ's work are found together in the letter to the Hebrews, where Jesus is both the messianic King, exalted to His throne (1:3, 13; 4:16; 2:9), as well as the great High Priest (2:17' 4:14 - 5:10 chs. 7:10), who offered Himself to God as a sacrifice for our sins. In addition, Christ is the massage concerning Himself (2:3). In
While in the Old Testament the mediating roles of prophet, priest, and king were fulfilled by separate individuals, all three offices now coalesce in the one person of Jesus. It is His glory, given Him by the Father, to be in this way the all-sufficient Saviour. We who believe are called to understand this, and to show ourselves His people by obeying Him as our king, trusting Him as our priest, and learning from Him as our prophet and teacher. To center on Jesus Christ in this way is the hallmark of authentic Christianity.