Penghiburan dari Kedaulatan Allah
Ketika menghadapi ketidakpastian dan kesulitan, banyak orang Kristen meragukan kebaikan dan kedaulatan Allah. Namun, nabi Yesaya mengingatkan kita tentang kebesaran dan kontrol Allah atas segala sesuatu, dengan menyajikan gambaran-gambaran yang menunjukkan kuasa-Nya yang luar biasa. Dia bukan hanya penguasa yang hebat, tetapi juga gembala yang lembut, menguatkan kita untuk menghadapi apa pun yang ada di depan dengan keberanian dan ketenangan.
- kedaulatan Allah
- kebesaran Allah
- kelembutan Allah
- kuasa kedaulatan
- gambaran visual
- penguasa dan gembala
- kenyamanan dan keberanian
- Dunia luar yang hancur sering mencerminkan keraguan dalam iman umat Kristen terhadap kebaikan dan kedaulatan Allah.
- Nabi Yesaya mengingatkan umat tentang kedaulatan Allah melalui gambaran-gambaran yang meneguhkan di tengah bencana.
- Allah memegang kendali atas alam semesta, mengukur air, langit, dan tanah dengan cara yang tak terbayangkan.
- Allah tidak memerlukan penasihat atau guru untuk memandu keputusan-Nya.
- Perbandingan kekuatan dan pengaruh bangsa-bangsa di dunia amat kecil di hadapan Allah.
- Gambaran-gambaran yang diberikan oleh Yesaya menunjukkan Allah sebagai penguasa yang hebat sekaligus gembala yang lembut.
- Allah menggembalakan umat-Nya dengan kasih sayang, memberi kenyamanan dan keberanian di tengah kekacauan.
- Iman dan pengharapan dapat diperkuat dengan mengingat kedaulatan dan kelembutan Allah dalam memimpin dunia dan umat-Nya.
Sering kali, ketika dunia luar kita mulai retak, berderit, dan hancur, begitu juga dunia internal kita. Bagi banyak dari kita orang Kristen, kita mulai meragukan kebaikan Allah dan kedaulatan-Nya. Kecemasan, ketakutan, dan kemarahan dapat melemahkan kepercayaan banyak orang percaya kepada Allah, terutama kepercayaan mereka pada kedaulatan Allah. Pertanyaan-pertanyaan yang mengganggu menghantui banyak dari kita: "Apakah Allah masih memegang kendali? Jika ya, apakah Dia tahu apa yang Dia lakukan?" "Apakah Dia sebaik yang Dia katakan?" Ke mana kita berpaling untuk memperkuat diri kita sendiri dan membuang pertanyaan-pertanyaan menakutkan seperti itu?
Kebesaran Allah yang Luar Biasa
Nabi Yesaya mengarahkan kita pada kedaulatan Allah dalam pasal 40 nubuatannya. Dalam situasi bencana nasional yang serupa, Yesaya mempersiapkan umat Allah untuk menghadapi bencana pembuangan nasional yang akan segera terjadi dengan melipatgandakan gambaran yang menghibur tentang kedaulatan Allah. Mari kita saksikan saat ia menguatkan dunia batiniah umat Allah dengan kuasa kedaulatan Allah yang ditunjukkan-Nya di dunia luar.
Tangan Allah: "Siapakah yang telah menakar air dalam telapak tangan-Nya?" tanya Yesaya dalam ayat 12 (AYT). Ini adalah salah satu dari serangkaian pertanyaan retorik yang mengharapkan jawaban, "Allah kami yang berdaulat." Diperkirakan ada 332.519.000 mil kubik air di planet ini, tetapi Allah kita yang berdaulat memegangnya di telapak tangan-Nya.
Jengkal Allah: "Siapakah yang ... mengukur langit dengan jengkal" (ay. 12, AYT). Rentang tangan manusia yang besar adalah sekitar 8 -- 9 inci (20,32 -- 22,86 cm - Red.). Itu tidak bisa mengukur banyak, bukan? Akan tetapi, Allah dapat mengukur langit hanya dengan rentangan tangan-Nya. Bintang terdekat berjarak empat tahun cahaya. Dengan kata lain, dibutuhkan empat tahun untuk sampai ke sana dengan kecepatan 186.000 mil per jam. Akan tetapi, Allah dapat mengukur bintang terjauh hanya dengan ibu jari dan jari kelingking-Nya.

Cawan Allah: "Siapakah yang ... menghitung debu tanah dengan ukuran?" (ay. 12, AYT). Bisakah Anda mengukur berapa banyak pasir yang ada di pantai? Tentu saja tidak. Kita tidak dapat menemukan wadah yang cukup besar atau cukup kuat. Namun, dapur Allah memiliki gelas ukur yang dapat menampung pasir dari setiap pantai dan setiap gurun di dunia.
Timbangan Allah: "Siapakah yang ... menimbang gunung-gunung dengan timbangan dan bukit-bukit dengan neraca?" (ay. 12, AYT). Pernah mencoba mengangkat batu besar? Namun, Allah dapat mengangkat Pegunungan Alpen, Himalaya, Andes, dan Rockies tanpa kesulitan dengan timbangan-Nya.
Guru Allah: "Siapakah yang menjadi penasihat-Nya dan memberi tahu Dia?" (ay. 13, AYT). Serangkaian pertanyaan yang mengingatkan kita bahwa Allah tidak memiliki atau membutuhkan guru. Allah tidak pernah duduk dengan makhluk ciptaan-Nya dan bertanya, "Jadi, menurutmu apa yang harus Kulakukan?"
Ember Allah: "Sesungguhnya, bangsa-bangsa seperti setitik air dalam ember." (ay. 15, AYT). Kita melihat populasi China, kekuatan militer Rusia, dan ancaman Korea Utara saat negara-negara ini beradu kekuatan dengan negara adidaya AS. Namun, tak satu pun dari mereka merupakan saingan bagi Allah; mereka bahkan bukan tetesan air yang kuat.
Kalkulator Allah: "Semua bangsa seperti bukan apa-apa di hadapan-Nya, mereka dianggap seperti kehampaan dan tidak berarti." (ay. 17, AYT). Meskipun kita melihat angka PDB (Produk Domestik Bruto) di tabel ekonomi dunia, ketika Allah menjumlahkan semua angka triliunan ini, kalkulator-Nya akan memberikan jawaban "kurang dari nol."
Cermin Allah: "Jika demikian, dengan siapakah kamu akan menyamakan Allah? Atau, kesamaan apa yang akan kamu bandingkan dengan Dia?" (ay. 18, AYT). Allah yang membuat manusia melihat semua dewa buatan manusia, lalu melihat diri-Nya sendiri dan berkata, "Benarkah? Itukah yang terbaik yang kamu punya?" Tidak ada persaingan dan tidak ada perbandingan.
Takhta Allah "Dia yang duduk di atas bulatan bumi" (ay. 22, AYT). Cakrawala tampaknya membentang dari tak terhingga ke tak terhingga. Namun, itu hanyalah bangku kecil bagi Allah.
Belalang Allah: "yang penduduknya seperti belalang" (ay. 22, AYT). Kita melihat para presiden, perdana menteri, raja, dan raksasa teknologi sebagai pihak yang sangat kuat. Allah melihat mereka semua dan berkata, "Hanya belalang."
Tirai Allah: "Yang membentangkan langit seperti tirai" (ay. 22, AYT). Setiap malam Allah dengan mudah menurunkan tirai dan membuat dunia tertidur.
Teleskop Allah: "Arahkan pandanganmu ke tempat tinggi dan lihatlah, siapakah yang menciptakan semua itu, yang mengeluarkan benda-benda angkasa menurut jumlahnya, dan memanggil mereka menurut nama mereka dengan kebesaran kekuasaan-Nya dan kekuatan kuasa-Nya tidak ada satu pun dari mereka yang hilang." (ay. 26, AYT). Allah menciptakan, menomori, menamai, dan menopang semua bintang. Hitungan terakhir manusia terdapat sepuluh triliun galaksi, masing-masing berisi seratus miliar bintang. Namun, itu hanyalah perkiraan. Allah mengetahui jumlahnya dengan tepat dan mengetahui semua nama mereka.
Ingat pertanyaan Anda? "Apakah Allah masih memegang kendali? Jika ya, apakah Dia tahu apa yang Dia lakukan?" Sudahkah Yesaya menjawab mereka dengan gambaran visual tentang kedaulatan Allah yang luar biasa? Alih-alih kekacauan, apakah Anda melihat dan merasakan kendali, ketenangan, kenyamanan, dan keberanian? Apakah masa depan terlihat tidak terlalu menakutkan sekarang? Ketika dunia eksternal dan internal kita runtuh, kita harus melihat ke dunia lain untuk menjadi tetap yakin.
Kelembutan Allah yang Luar Biasa
Namun, Yesaya belum selesai. Dia melukiskan gambaran-gambaran yang luar biasa tentang kebesaran Allah, tetapi dia memperkenalkan semuanya di dalam gambaran besar yang luar biasa tentang kelembutan Allah. "Seperti seorang gembala, Dia akan menggembalakan kawanan-Nya. Dia akan mengumpulkan anak-anak domba dengan lengan-Nya dan membawa mereka di dada-Nya. Dia akan memelihara dan membimbing mereka." (ay. 11, AYT). Dia adalah Penguasa dan Gembala yang luar biasa. Dia luar biasa hebat dan sangat lembut. Sungguh, Dia menempatkan kebesaran-Nya yang luar biasa dalam melayani kelembutan-Nya yang luar biasa. Gembala kita adalah penguasa, dan Penguasa kita adalah gembala. Dia mengangkat dan menyingkirkan para pemimpin, dan Dia mengangkat dan memimpin domba. Pandanglah Allahmu dan alami kenyamanan serta keberanian baru untuk apa pun yang ada di depan. (t/N. Risanti)
| Diterjemahkan dari: | ||
| Nama situs | : | Ligonier |
| Alamat situs | : | https://ligonier.org/learn/articles/comfort-gods-sovereignty |
| Judul asli artikel | : | The Comfort of God's Sovereignty |
| Penulis artikel | : | David Murray |