Skip to main content

Tata Ibadah Karangan Calvin (1542/1559)

Ketika Calvin diangkat sebagai pendeta di Jenewa pada tahun 1536, ia menemukan jemaat mempraktikkan tata ibadah yang telah disusun sebelumnya oleh Ulrich Zwingli, yang berfokus pada pengajaran firman. Calvin kemudian memperluas tata ibadah tersebut di Strasburg, dan setelah kembali ke Jenewa, ia menciptakan tata ibadah baru yang lebih sederhana, menggabungkan elemen dari tempat asalnya dan mempertahankan prinsip-prinsip positif yang ada, yang mencerminkan perkembangan liturgi dalam konteks reformasi gereja pada masanya.

  • Calvin
  • Jenewa
  • liturgi
  • sacrament
  • tata cara ibadah
  • Baptisan
  • Perjamuan Kudus
  • Calvin diangkat sebagai pendeta di Jenewa pada tahun 1536 dan memperkenalkan tata ibadah baru setelah meninggalkan pengaruh Ulrich Zwingli.
  • Calvin membuat tata ibadah di Strasburg yang selesai pada tahun 1540 dan mengembalikannya ke Jenewa saat kembali pada tahun 1541.
  • Tata ibadah Jenewa lebih sederhana dibandingkan dengan versi Strasburg, menunjukkan pengaruh Zwingli yang kuat di kota tersebut.
  • Versi tata ibadah Calvin mengalami beberapa perubahan dalam berbagai edisi penerbitan, dengan penggabungan versi-versi sebelumnya.
  • Tata cara ibadah mencakup doa, nyanyian, dan pelaksanaan sakramen seperti Baptisan dan Perjamuan Kudus sesuai dengan Firman Tuhan.
  • Untuk menghindari kesalahpahaman, tata cara ibadah dan makna setiap unsur harus dipahami oleh umat untuk meningkatkan kesalehan rohani.
  • Cara penyelenggaraan doa dan sakramen harus dilakukan dalam bahasa yang dikenal oleh jemaat agar semua dapat terlibat.
  • Transformasi tata ibadah merupakan respons terhadap potensi penyalahgunaan dan mengarah kepada pemahaman yang benar tentang iman Kristen.
  • Peneguhan perkawinan di depan jemaat dilakukan untuk memastikan kejujuran dan komitmen dalam hubungan suami istri.
  • Pelayanan kepada orang sakit menjadi tanggung jawab pendeta untuk memberikan dukungan moral dan rohani, serta penjelasan tentang makna penderitaan dan keselamatan dalam iman.

Ketika Calvin diangkat sebagai pendeta di kota Jenewa (1536), jemaat di sana ternyata memakai tata ibadah yang telah disusun oleh Ulrich Zwingli, reformator gereja di kota Zurich. Liturgi tersebut tidak memakai pola dasar tata ibadah ekaristi Abad Pertengahan (sebagaimana liturgi Luther), tetapi berdasarkan semacam ibadah pelayanan firman, yang pada akhir Abad Pertengahan diadakan di samping ibadah ekaristi, dan yang bertujuan mengajarkan unsur-unsur pokok iman Kristen kepada orang percaya. Calvin segera mulai memperluas tata ibadah Jenewa yang sederhana itu. Akan tetapi, sesudah dua tahun ia terpaksa meninggalkan Jenewa. Di Strasburg, Calvin meneruskan karya menciptakan tata ibadah yang baru berdasarkan liturgi tradisional. Tata ibadah Strasburg itu selesai ditulis tahun 1540. Terbitannya yang pertama tidak tersimpan; edisi kedua terbit di Strasburg pada tahun 1542 (di bawah ini memakai sebutan '1542A'). Ketika Calvin kembali ke Jenewa (1541), ia membawa serta tata ibadah itu. Hanya saja, karena di Jenewa pengaruh pemikiran Zwingli tetap besar, termasuk di bidang liturgi, tata ibadah terbitan Jenewa (1542) lebih sederhana daripada yang telah Calvin pakai di Strasburg. Pada tahun 1545, di kota Strasburg terbit edisi yang menggabungkan kedua naskah tahun 1542. Di kemudian hari, pada tahun 1547 (Jenewa) serta 1559 (Jenewa, ',,sebagai lampiran pada Alkitab berbahasa Perancis) tata ibadah Calvin diterbitkan kembali dalam bentuk yang mengalami sedikit perubahan. Di bawah ini, kelima versi tersebut disatukan menjadi satu naskah. Maka hendaklah pembaca memahami bahwa naskah itu tidak pernah terbit dalam bentuk yang disajikan di sini, tetapi merupakan kolase berbagai versi yang terbit pada masa hidup Calvin sendiri. Dengan demikian, pembaca dapat melacak perkembangan tata ibadah Calvin selama masa hidupnya. Angka di antara tanda ;kurung besar mengacu ke nomor halaman dalam edisi Barth-Niesel.

1542A

Tata Cara Ibadah Doa dan Nyanyian Gerejawi

Cara menyelenggarakan doa dalam gereja-gereja Perancis, baik sebelum maupun pun sesudah khotbah, bersama mazmur-mazmur dan nyanyian-nyanyian dalam bahasa Perancis yang dinyanyikan dalam gereja-gereja tersebut; disusul aturan dan ragam melayankan sakramen-sakramen Baptisan dan Perjamuan Kudus Tuhan kita Yesus Kristus, mengikat perkawinan dan meneguhkan perkawinan di depan kumpulan orang percaya, bersama khotbah Baptisan dan Perjamuan. Keseluruhannya seturut Firman Tuhan kita.

1542A, 1545

Rasul Paulus kepada Orang Kolose, 3

Hendaklah kamu mengajar dan menegur yang seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian serta nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu2

1542A

1542

1542/5

Tata cara ibadah dan nyanyian gerejawi, bersama cara melayankan sakramen-sakramen dan meneguhkan perkawinan seturut dengan kebiasaan Gereja Lama'

1542

Mazmur 96
Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN! Baiklah pujian-Nya didengar dalam jemaat orang-orang benar.4

Mazmur 150
Biarlah segala yang bernafas memuji TUHAN!

1542

1542

[12]Kata Pengantar Edisi Strasburg 1542

1342A, 1343 Kepada pembaca Kristen, salam dan damai sejahtera dalam Yesus Kristus.
Amat berguna dan perlulah mendengarkan dan merenungkan siang-malam Firman Tuhan yang kudus, baik demi penghiburan jiwa kita maupun karena Firman itu memberi kita pengetahuan sejati akan Tuhan Allah dan Kristus-Nya, yang merupakan kehidupan dan keselamatan kita. Karena itu, hai pembaca yang Kristen, saya telah menganggap baik mencetak sejumlah kecil Mazmur-mazmur yang telah dapat saya temukan, bersama lagunya, dengan maksud agar Saudara memiliki nyanyian-nyanyian yang sopan, yang mengajarkan kasih dan takut akan Allah kepadamu, sebagai ganti lagu-lagu yang biasanya orang nyanyikan, yang tiada lain ialah kemesuman dan kebusukan. Saya berpendapat, hal ini akan membawa manfaat besar bagimu. Dalam mazmur-mazmur ini, Saudara akan menemukan ajaran suci, puji syukur kepada Allah, anjuran untuk mengharapkan kebaikan dan kemurahan ilahi, dan hal-hal serupa. Juga, Saudara akan sempat memberi contoh baik kepada sesamamu, sehingga ia terdorong membaca Kitab Suci dan, seperti yang diajarkan Rasul Paulus, menyanyikan dan mengucapkan mazmur-mazmur untuk Tuhan, puji-pujian dan nyanyian rohani, sambil mengucap syukur kepada Allah atas segala hal, dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus.' Saya telah menambahkan uraian-uraian singkat mengenai Perjamuan Kudus Tuhan kita dan mengenai Baptisan Kudus, yang pada hemat saya bukan tidak berguna bila dibaca. Saya meminta dengan hormat agar, dalam menilai buku kecil ini, Saudara tidak bersikap keras, dan menarik manfaat darinya. Damai sejahtera Tuhan Yesus Kristus menyertai Saudara sekalian. Amin.

Kata Pengantar edisi Jenewa 1542

1542/5 Dalam lingkungan umat Kristen benar-benar wajib, dan sangat perlu, tiap-tiap orang percaya memegang dan memelihara persekutuan Gereja di tempat tinggalnya, dengan menghadiri kumpulan-kumpulan yang diadakan, baik pada hari Minggu maupun pada hari-hari lainnya, untuk menghormati dan melayani Allah. Juga berguna dan wajarlah semua orang mengetahui dan memahami apa yang dikatakan dan dilakukan dalam bait Allah itu, agar mereka memetik hasilnya dan dibangun olehnya. Sebab, Tuhan kita tidak menetapkan aturan yang perlu kita pegang bila kita berkumpul dalam nama-Nya itu hanya supaya1 Efe 5:19, 20. orang banyak terhibur oleh tontonannya. Sebaliknya, Dia menghendaki supaya hal itu membawa manfaat bagi seluruh umat-Nya. Demikianlah yang dinyatakan Rasul Paulus, ketika ia memerintahkan agar segala apa yang dilakukan di dalam Gereja berkaitan dengan pembinaan [13] semua orang secara bersama.' Tentu saja hamba itu tidak akan memerintahkannya sekiranya bukan demikianlah maksud Tuannya.

Akan tetapi, hal itu tidak mungkin terwujud jika kita tidak diberi pelajaran, agar memahami makna segala hal yang telah ditetapkan demi kegunaan kita. Berkata bahwa bisa saja dalam doa atau dalam upacara kita menaruh perasaan saleh kendati kita tidak mengerti apa-apa, merupakan lelucon besar, meskipun lazimnya orang berkata begitu. Perasaan yang tepat terhadap Allah bukanlah barang mati atau dungu, melainkan gerak hidup, yang datang dari Roh Kudus, manakala hati tersentuh dengan cara yang tepat, dan akal budi diterangi. Sesungguhnya, seandainya orang dapat dibangun oleh hal-hal yang mereka lihat tanpa mengenal artinya, maka Paulus tidak akan melarang keras orang berbicara dalam bahasa lidah yang tidak dikenal, dan ia tidak akan memakai alasan ini, yaitu bahwa tidak ada pembangunan jika tidak ada pengajaran. Maka, jika kita hendak benar-benar menghormati ketetapan-ketetapan suci Tuhan kita, yang kita pakai di dalam Gereja, kita terutama perlu mengenal isi, makna, dan tujuannya. Dengan demikian pemakaiannya akan membawa manfaat dan keselamatan, sehingga juga diatur dengan baik.

Pada pokoknya Tuhan kita telah memerintahkan agar dalam kumpulan-kumpulan rohani kita dipelihara tiga hal, yakni pemberitaan Firman-Nya, doa-doa umum yang khidmat, dan pelayanan sakramen-sakramen-Nya. Pada saat ini saya tidak menganggap perlu berbicara mengenai khotbah, sebab hal itu tidak menjadi persoalan. Berhubung dengan kedua hal lain, kita mendapat perintah tegas dari Roh Kudus agar doa-doa dilakukan dalam bahasa yang lazim dipakai dan yang dikenal oleh orang banyak. Dan Rasul berkata, bahwa orang banyak tidak bisa mengatakan 'amin' atas doa yang dilakukan dalam bahasa asing.' Bukankah orang melakukannya atas nama dan dengan mewakili semua orang? Maka, tiap-tiap orang harus mengambil bagian di dalamnya. Oleh karena itu, benar-benar tidak tahu malu mereka yang telah memasukkan bahasa Latin dalam Gereja-gereja di daerah yang penduduknya pada umumnya tidak memahami bahasa itu. Sehalus dan berliku-liku apa pun alasan yang mereka kemukakan, mereka tidak dapat dimaafkan, sebab tindakan itu bobrok dan tidak berkenan kepada Allah. Sebab, janganlah orang berdalih bahwa perbuatan yang langsung berlawanan dengan kemauan-Nya dan yang seolah-olah menganggap sepi Dia, dapat menyenangkan hati-Nya. Bertindak berlawanan dengan larangan-Nya, dan bermegah dalam perbuatan membangkang itu seakan-akan itu perbuatan suci dan terpuji, itulah menganggap sepi Dia dalam tingkat tertinggi.

Adapun sakramen-sakramen„ kalau kita memperhatikan baik-baik sifatnya, [14] kita akan memahami bahwa kebiasaan merayakannya dengan cara yang menyebabkan orang banyak hanya dapat menontonnya, tanpa penjelasan rahasia-rahasia yang terkandung di dalamnya, memutarbalikkan sifatnya itu. Sebab, jika sakramen itu memang 'Firman yang kelihatan', sebagaimana dikatakan Santo Augustinus,' tidak boleh hanya ada tontonan lahiriah. Sebaliknya, dengannya perlu digabungkan pengajaran, yang membuat orang memahami maknanya. Tuhan kita juga benar-benar menunjukkan hal itu, ketika Dia menetapkannya, sebab Dia berkata, sakramen-sakramen itu merupakan kesaksian tentang perjanjian yang telah diadakan-Nya dengan kita, dan yang telah diteguhkan-Nya melalui kematian-Nya.2 Maka, untuk menciptakan peluang bagi sakramen-sakramen itu, perlu sekali kita mengetahui dan memahami apa yang dikatakan di dalamnya. Kalau tidak, sia-sialah Tuhan kita membuka mulut untuk berbicara sementara kita tidak mempunyai telinga untuk mendengar. Akan tetapi, sudah tidak perlu lagi membicarakan hal ini panjang lebar. Sebab, jika perkara ini dinilai matang-matang, semua orang tidak dapat tidak mengakui bahwa upaya menghibur orang dengan tanda-tanda tanpa menjelaskan arti tanda itu kepada mereka, adalah perbuatan tambul semata-mata.

Oleh karena itu, mudah dilihat bahwa orang melanggar kekudusan sakramen-sakramen Yesus Kristus, jika orang melayankannya begitu rupa, sehingga orang sama sekali tidak memahami perkataan yang diucapkan di dalamnya. Takhayul yang telah dihasilkan olehnya memang mencolok mata. Sebab orang banyak menyangka, konsekrasi air dalam Baptisan dan roti serta anggur dalam Perjamuan Tuhan kita merupakan semacam mantra; artinya, bila orang meniup dan mengucapkan kata-kata dengan mulut, barang ciptaan yang tidak memiliki panca indera itu merasakan kekuatannya meski manusia tidak memahami caranya. Padahal, konsekrasi sejati ialah yang terjadi melalui firman iman, yaitu bila firman itu diutarakan dan diterima, sebagaimana dikatakan Santo Augustinus.' Hal ini jelas terkandung dalam perkataan Yesus Kristus. Sebab, Dia tidak berkata kepada roti, jadilah tubuh-Ku', tetapi menegur kumpulan orang-orang percaya sambil berkata, 'Ambillah, makanlah', dan seterusnya. Maka itu, jika kita hendak merayakan sakramen itu dengan cara yang tepat, kita perlu memiliki ajarannya, yang menjelaskan kepada kita apa yang ditandakan olehnya. Saya tahu benar bahwa pendapat ini tampak janggal di mata mereka yang tidak terbiasa dengannya, [15] seperti halnya semua perkara baru. Tetapi, jika kita ini murid-murid Yesus Kristus, dengan sewajarnya kita mementingkan penetapan-Nya di atas kebiasaan kita. Dan janganlah apa yang telah Dia tetapkan dari semula tampak pendapat baru di mata kita.

Jika masih juga ada orang-orang yang belum sampai memahami hal ini, kita harus berdoa kepada Allah agar Dia berkenan menerangi mereka yang belum tahu, agar mereka mengerti betapa Dia lebih berhikmat daripada semua orang di bumi - agar mereka belajar tidak lagi hanya mengandalkan indera mereka sendiri atau hikmat edan dan mengamuk para pemimpin mereka yang buta.' Dalam pada itu, kami menganggap baik menerbitkan semacam model doa dan sakramen untuk dipakai dalam Gereja kami. Maksudnya agar tiap-tiap orang memahami perkataan dan perbuatan yang didengarnya dalam kumpulan orang Kristen, meski tentu kitab ini tidak hanya akan bermanfaat bagi warga Gereja ini, tetapi juga bagi semua orang yang ingin mengetahui tata cara yang perlu dipegang dan dipatuhi orang-orang percaya bila mereka berkumpul dalam Nama Yesus Kristus. Jadi, kami telah mengumpulkan cara merayakan sakramen-sakramen dan menguduskan perkawinan dalam sebuah uraian ringkas; begitu pula doa-doa dan puji-pujian yang kami pakai. Sesudah itu kami akan membicarakan sakramen-sakramen.

Doa-doa umum' ada dua jenisnya; ada yang berlangsung dengan perkataan saja, ada yang disertai nyanyian. Hal ini bukan rekaan yang dikarang belum lama ini, sebab telah ada sejak asal mula Gereja, sebagaimana ternyata dalam kepustakaan sejarah Gereja.' Rasul Paulus pun tidak hanya menyebut doa yang memakai kata-kata saja, tetapi juga yang disertai nyanyian." Memang benar, kami mengetahui dari pengalaman sendiri betapa besarnya kekuatan nyanyian, yang sanggup menggetarkan dan mengobarkan hati orang, sehingga mereka memanggil dan memuji Allah dengan semangat yang lebih hangat dan menyala-nyala. Orang harus selalu menjaga, jangan-jangan nyanyian itu lengah dan teledor. Sebaliknya, nyanyian itu harus mengalun kuat dan agung, sebagaimana dikatakan Santo Augustinus.s Maka jauh beda musik yang dimainkan dengan maksud menghibur orang yang sedang makan, dan di rumah sendiri, dan mazmur-mazmur yang dinyanyikan dalam Gereja, sementara Allah dan malaikat-Nya hadir. Bila orang hendak memberi penilaian yang jujur mengenai tata cara yang dipaparkan di sini, mudah-mudahan mereka menganggapnya kudus dan murni, sebab tata cara itu diarahkan pada pembangunan, sebagaimana telah kami nyatakan.

1515 Akan tetapi, nyanyian bermanfaat dalam lingkungan lebih luas lagi. Dalam rumah-rumah [16] dan di padang pun nyanyian itu bisa menjadi dorongan dan semacam alat untuk memuji Allah, dan mengangkat hati kita kepada-Nya untuk menghibur kita, sambil merenungkan kekuatan, kebaikan, hikmat, dan keadilan-Nya. Tak terkatakan betapa hal itu perlu. Pertama, tidak dengan sembarangan Roh Kudus begitu rajin mendorong kita, melalui Kitab-kitab Suci, untuk bersukacita di dalam Allah,' dan menegaskan bahwa hanya di dalam Dialah letaknya sukacita kita, sebab Dialah tujuannya yang sejati. Sebab, Dia mengetahui betapa kita cenderung bersukacita dalam hal-hal yang sia-sia. Di satu pihak, kodrat kita menarik dan membujuk kita mencari berbagai cara bersukacita gila-gilaan dan penuh kejahatan; di pihak lain, Tuhan kita hendak menjauhkan dan menarik kita dari segala pikatan daging dan dunia, dan berupaya untuk mengajukan kepada kita sarana-sarana yang membuat kita tetap tinggal dalam sukacita rohani yang begitu dianjurkan-Nya kepada kita. Di antara hal-hal yang cocok untuk memulihkan tenaga manusia dan memberinya kenikmatan, musiklah yang pertama, atau paling tidak termasuk yang utama, dan dengan sepatutnya kita menilainya sebagai pemberian Allah, yang diperuntukkan bagi maksud itu. Karena itu, seharusnya kita bertambah waspada agar tidak menyalahgunakannya, jangan-jangan kita mengotori dan menodainya dengan cara memutarbalikkannya sehingga bagi kita menjadi sebab hukuman, sedangkan musik itu telah diberikan demi manfaat dan keselamatan kita. Seharusnya, pertimbangan ini saja sudah cukup untuk mendorong kita untuk menggunakan musik itu dengan hati-hati, supaya membantu kita hidup dengan cara yang sopan dan sama sekali tidak menjadi alasan untuk mengendur sehingga kita hidup dalam ketidaksopanan atau menjadi empuk sehingga menikmati kelezatan dengan cara yang tak terkendali, dan agar musik itu tidak menjadi alat kemesuman dan kelakuan tidak senonoh. Akan tetapi, masih ada keuntungannya yang lain lagi. Sebab, dalam dunia ini hampir tidak ada kekuatan yang lebih mampu mengubah atau membelokkan kian kemari kelakuan manusia, sebagaimana telah dicatat dengan sangat jitu oleh Plato.' Dan memang, kita mengalami sendiri kekuatannya yang tersembunyi dan yang bukan main besar, yang mampu mendorong hati ke arah ini atau itu. Karena itu, seharusnya kita berupaya mengaturnya begitu rupa, sehingga berguna bagi kita dan tidak merusak akhlak. Sebab itu, para Guru Gereja zaman dahulu sering mengeluhkan kelakuan orang banyak pada zamannya, yang menggemari lagu-lagu tidak sopan dan tak tahu malu, yang bukan tanpa alasan mereka nilai dan sebut sebagai racun yang mematikan, yang berasal dari iblis, dengan maksud merusak dunia.[1]

Bila saya berbicara mengenai [17] musik, saya membedakan dua bagiannya, yakni hurufnya, atau pokok dan bahannya, dan, kedua, nyanyian atau lagunya. Benarlah, seperti yang dikatakan Rasul Paulus, perkataan yang jahat merusakkan kebiasaan yang baik.[2] Akan tetapi, jika kata-kata itu diiringi lagunya, keseluruhannya mengharukan hati dengan lebih kuat, dan masuk di dalamnya begitu rupa, sehingga oleh lagu itu racun dan kebejatan dicurahkan sampai ke dalam relung hati, sama seperti anggur dituangkan ke dalam bejana melalui corong. Maka apa yang harus kita perbuat? Kita perlu memiliki lagu-lagu yang tidak hanya sopan, tetapi juga suci, yang bagi kita merupakan jarum-jarum yang mendorong kita untuk berdoa kepada Allah dan memuji-muji Dia serta merenungkan karya-Nya, agar kita mengasihi Dia, takut akan Dia, memuja dan memuliakan Dia. Benarlah perkataan Santo Augustinus, yaitu bahwa tidak seorang pun sanggup bernyanyi tentang Allah dengan cara yang layak kecuali yang telah menerimanya dari-Nya.[3]

Oleh karena itu, meski kita mencari kian kemari, kita tidak akan menemukan nyanyian yang melebihi Mazmur-mazmur Daud dan yang lebih cocok untuk tujuan tersebut. Sebab, Roh Kuduslah yang menyatakannya kepada dia dan menyusunnya baginya. Sebab itu, ketika menyanyikannya kita merasa yakin bahwa Allah sendirilah yang membuat kita mengucapkan kata-kata itu, seakan akan Dia sendirilah yang bernyanyi di dalam kita untuk memuji kemuliaanNya. Karena itu, Chrysostomus mendorong semua orang, baik laki-laki maupun perempuan dan kanak-kanak, agar mereka membiasakan diri menyanyikannya, agar nyanyian itu menjadi renungan yang membuat mereka bergabung dengan para malaikat.' Selain itu, kita patut mengingat perkataan Rasul Paulus, yaitu bahwa satu-satunya cara yang tepat menyanyikan nyanyian rohani ialah di dalam hati.' Akan tetapi, hati itu memerlukan pengertian. Itulah (demikianlah perkataan Santo Augustinus) yang membedakan nyanyian manusia dan nyanyian burung-burung.' Sebab bisa saja nyanyian burung cucakrawa, bulbul, beo itu bagus, tetapi agaknya mereka tidak memahami apa yang mereka nyanyikan. Sebaliknya, bakat khusus manusia ialah menyanyi sambil mengetahui apa yang ia ucapkan. Dan pengertian itu harus disusul oleh perasaan hati dan kasih, yang hanya mungkin jika nyanyian itu tertera dalam ingatan kita sehingga kita tidak pernah berhenti menyanyi.

Karena alasan-alasan itu (bahkan karena sebab yang disebut belakangan itu saja, di luar hal-hal lain yang dipaparkan tadi), buku kecil ini patut dijunjung tinggi oleh tiap-tiap orang yang ingin bersukacita dengan cara yang sopan, dan sesuai dengan kehendak Allah, maksudnya, demi keselamatannya dan demi manfaat sesamanya. Karena itu, tidak perlu saya banyak menganjurkannya, sebab nilai dan nasibnya dibawanya dalam dirinya sendiri. Hanya ini saja, saya menganjurkan kepada semua orang agar mereka bijaksana, sehingga sebagai ganti lagu-lagu [l8] yang sebagian kosong dan tidak berbobot, sebagian edan dan kasar, sebagian lagi kotor dan nakal, dan yang karena itu jahat dan mengganggu, yang dipakainya selama ini, untuk seterusnya mereka membiasakan diri menyanyikan bersama Raja Daud yang baik nyanyian-nyanyian ilahi dan surgawi. Adapun lagunya saya anggap sebaiknya tidak berlebihan, sesuai dengan ragam yang kami pakai baginya untuk membuatnya mengalun kuat dan agung, selaras dengan bahannya, dan juga supaya cocok untuk dinyanyikan dalam Gereja, sebagaimana telah dikatakan tadi.

Jenewa, 10 Juni 1543.

1542/5

TATA CARA IBADAH DOA DALAM GEREJA

1542/5

Pada hari kerja, Pelayan mengajak orang berdoa, dengan cara yang dianggapnya baik, yang sesuai dengan waktunya dan dengan bahan yang ia bahas dalam khotbah.

1542/42A/45

Pada hari Minggu pagi, orang biasanya memakai tata cara ini:

Pertolongan kita adalah dalam nama Allah, yang telah menjadikan langit dan bumi. Amin.

Pengakuan dosa

Saudara-saudaraku, hendaklah kamu sekalian menghadap hadirat Tuhan dengan mengaku segala kesalahan dan dosamu, sambil dalam hati berkata bersama saya:

Tuhan Allah, Bapa kekal dan mahakuasa, kami mengakui dengan tulus ikhlas, di hadapan keagungan-Mu yang kudus, bahwa kami ini orang berdosa yang malang, yang dikandung dan dilahirkan dalam dosa dan kerusakan, yang cenderung berbuat jahat, dan tidak mampu berbuat apa pun yang baik, dan bahwa karena kesalahan kami sendiri kami terus-menerus melanggar perintah-perintah-Mu yang kudus. Dengan perbuatan itu, kami mendatangkan, oleh hukumanMu yang adil, keruntuhan dan kebinasaan atas diri kami. Namun, ya Tuhan, kami berdukacita dalam batin karena telah menyakiti hati-Mu, dan kami dengan rasa menyesal yang tulus menyatakan diri kami dan kesalahan kami layak dihukum, sambil mengharapkan rahmat-Mu datang menolong kesengsaraan kami. Maka sudilah Engkau mengasihani kami, ya Allah dan Bapa yang penyayang dan berlimpah kemurahan-Nya, dalam Nama Anak-Mu Yesus Kristus, Tuhan kita. Hapuskanlah kesalahan dan noda kami; curahkanlah di atas kami karunia-karunia Roh Kudus-Mu dan berilah karunia-karunia itu bertambah tiap-tiap hari, agar kami mengakui dengan segenap hati ketidakbenaran kami [19] dan agar kami tersentuh oleh rasa dukacita, yang melahirkan dalam diri kami penyesalan yang jujur, yang menyebabkan kami tidak tertarik lagi pada dosa-dosa' dan yang menghasilkan dalam diri kami buah kebenaran dan ketulusan, yang berkenan kepada-Mu oleh Yesus Kristus, dan seterusnya.

1542A/45

Di sini Pelayan mengucapkan beberapa perkataan dari Alkitab, dengan maksud menghibur hati nurani, dan menyatakan pengampunan dosa, dengan cara ini:

Hendaklah tiap-tiap orang di antara kamu sekalian sungguh-sungguh mengaku bahwa ia seorang berdosa, merendahkan diri di hadapan Allah, dan percaya bahwa Bapa surgawi itu mau bersikap baik terhadapnya dalam Yesus Kristus. Kepada semua orang yang menyesal dengan cara ini dan yang mencari Yesus Kristus untuk keselamatan mereka, aku memberitahukan pengampunan, dalam nama Bapa, Anak, dan Roh Kudus, Amin.

Di sini jemaat menyanyi, lalu Pelayan berkata:

Tuhan menyertai kamu sekalian. Marilah kita berdoa kepada Tuhan.Bapa surgawi, yang mahabaik dan berlimpah anugerah-Nya, Engkau telah berkenan menyatakan kehendak-Mu yang kudus kepada hamba-hamba-Mu yang malang, dan mengajarkan kebenaran hukum-Mu kepada mereka. Karena itu, sudilah Engkau juga menulis dan menerakannya dalam hati kami, sehingga sepanjang hidup kami hanya berupaya melayani dan menaati-Mu. Janganlah Engkau memperhitungkan kepada kami semua pelanggaran yang telah kami lakukan terhadapnya, agar kami mempunyai alasan untuk memuji dan memuliakan Engkau, sebab kami merasa anugerah-Mu diperbanyak atas diri kami dengan kelimpahan yang begitu besar, oleh Yesus Kristus, Anak-Mu, Tuhan kita.

Di sini, sementara jemaat menyanyi, Pelayan naik mimbar. Selanjutnya ia memanjatkan doa pada permulaan khotbah, dengan cara sebagai berikut:

Kita berseru kepada Bapa kami di surga, Bapa segala kebaikan dan kemurahan, sambil memohon Dia melihati kita hamba-Nya yang malang dengan penuh belas kasihan, dan tidak memperhitungkan kepada kita begitu banyak kesalahan dan pelanggaran yang telah kita lakukan, kita yang sama sekali tidak layak, sehingga telah menyebabkan murka-Nya bangkit terhadap kita, tetapi memandang kita dalam wajah Anak-Nya, Yesus Kristus Tuhan kita, sebab [20] Dia telah ditetapkan-Nya menjadi Pengantara antara diri-Nya dan kita. Dan sebab di dalam-Nya diam seluruh kepenuhan hikmat dan terang, kita berdoa memohon agar Dia berkenan membimbing kita oleh Roh Kudus-Nya, menuju ke pengertian sejati tentang ajaran-Nya yang kudus, dan membuat ajaran itu menghasilkan buah dalam diri kita, yakni segala buah kebenaran, demi kemuliaan dan kehormatan nama-Nya. Maka sambil mengakui bahwa Dia layak dipatuhi sebagaimana seorang tuan wajib dipatuhi oleh para pelayannya dan seorang ayah oleh anak-anaknya, kita berdoa kepada-Nya sebagaimana Guru kita yang baik telah mengajarkannya kepada kita: Bapa kami yang di surga, dan seterusnya.

1542

Sesudah itu, kumpulan menyanyikan salah satu mazmur. Lalu Pelayan mulai lagi berdoa, untuk memohon dari Allah agar Dia menganugerahkan Roh Kudus-Nya, supaya Firman-Nya dijelaskan dengan setia, demi kehormatan nama-Nya dan pembangunan Gereja, dan supaya Firman itu diterima dengan kerendahan hati serta ketaatan yang patut. Bentuknya boleh ditentukan oleh Pelayan.

1542A, 1542

Pada akhir khotbah, Pelayan mengajak orang berdoa dan mulai berdoa dengan cara ini:

1542A, 1542/5

Allah yang mahakuasa, Bapa surgawi, Engkau telah berjanji mengabulkan segala permohonan yang kami ajukan kepada-Mu dalam Nama Anak-Mu Yesus Kristus, yang dikasihi, Tuhan kami.' Kami diajar juga, oleh ajaran-Nya dan ajaran para Rasul-Nya, agar kami berkumpul dalam nama-Nya, disertai janji bahwa Dia akan berada di tengah-tengah kami,2 dan akan menjadi Jurusyafaat kami di hadapan-Mu, untuk mendapatkan dan memperoleh semua hal yang kami di bumi ini sepakat memintanya.3

Pertama, kami Kauperintahkan mendoakan mereka yang telah Kautetapkan di atas kami, para pembesar dan raja-raja,4 dan sesudah itu mendoakan semua kebutuhan umat-Mu, dan juga kebutuhan semua orang.' Karena itu, dengan penuh kepercayaan pada ajaran-Mu yang kudus dan pada janji janji-Mu, sebab kami telah berkumpul di sini di hadirat-Mu dan dalam nama Anak-Mu, Tuhan kami Yesus Kristus, kami menaikkan permohonan kepada-Mu, dengan penuh kemesraan, ya Allah dan Bapa kami yang baik, dalam nama Juruselamat dan Pengantara kami yang satu-satunya, sudilah kiranya Engkau, karena kemurahan-Mu yang tak terhingga, mengampuni semua pelanggaran kami dengan cuma-cuma, dan menarik serta mengangkat kepada-Mu semua pikiran [21] dan keinginan kami, sehingga kami sanggup mencari-Mu dan berseru kepada-Mu dengan segenap hati, yaitu seturut perkenan dan kehendak-Mu, satu-satunya yang berhikmat dan baik. Maka kepada-Mu, ya Bapa surgawi, kami menaikkan doa permohonan bagi semua raja dan pembesar, hamba-hamba-Mu, yang olehMu diberi tugas menyelenggarakan pemerintahan-Mu yang adil. Khususnya kami mendoakan pemerintah kota ini. Kiranya Engkau makin lama makin berlimpah-limpah menganugerahkan Roh-Mu, satu-satunya Pemimpin yang baik dan benar, kepada mereka. Dengan demikian, dengan iman yang sejati mereka akan mengakui Yesus Kristus, Anak-Mu. Tuhan Kita, sebagai Raja di atas segala raja dan Tuan di atas segala tuan,' sebab kepada-Nya telah Kauberikan segala kuasa di surga dan di bumi.' Dan mereka akan mencoba melayani Dia serta membuat Kerajaan-Nya semakin maju di daerah kekuasaan mereka, dengan membimbing dan memerintah rakyatnya, yang adalah makhluk tanganMu dan kawanan domba gembalaan-Mu, menurut perkenan-Mu. Maka di sini dan di seluruh muka bumi kami akan tetap hidup tenang dan tenteram sertamengabdi kepada-Mu dalam segala kesalehan dan kehormatan,' dan memuji Engkau sepanjang hidup kami sebab kami telah terlepas dan aman dari tangan musuh kami, sehingga tidak perlu lagi takut kepada mereka.2

Kami mendoakan juga, ya Bapa sejati dan Penyelamat, semua mereka yang telah Kautetapkan menjadi Gembala orang-orang percaya milik-Mu. Kepada mereka Kautugaskan pemeliharaan jiwa dan pelayanan Injil-Mu yang kudus. Hendaklah Engkau mengarahkan dan menuntun mereka oleh Roh Kudus-Mu, supaya mereka didapatkan Pelayan kemuliaan-Mu yang setia dan jujur, yang tujuannya hanya ini: agar semua domba yang sesat dan terserak dikumpulkan dan dibawa kembali kepada Tuhan Yesus Kristus, Gembala utama dan Uskup yang paling Agung,' supaya mereka makin hari makin maju dan bertumbuh di dalam Dia menuju ke segala kebenaran dan kesucian. Di pihak lain, sudilah Engkau melepaskan semua Gereja dari mulut serigala yang buas," dan dari orang-orang upahan,' yang hanya mencari kehormatan atau keuntungan sendiri, bukan penyanjungan nama-Mu yang kudus dan keselamatan kawanan domba-Nya semata.

Selanjutnya, ya Allah penyayang dan Bapa penuh belas kasihan, kami mendoakan pula semua orang pada umumnya. Engkau mau dikenal sebagai Penyelamat seluruh dunia, melalui penebusan yang telah dilakukan [22] oleh AnakMu Yesus Kristus. Maka sudilah kiranya Engkau, oleh penerangan Roh Kudus-Mu dan oleh pemberitaan Injil-Mu yang kudus, membawa mereka yang masih terasing dan belum mengenal Dia sebab mereka berada dalam kegelapan dan tertawan dalam kesesatan dan ketidaktahuan, kembali ke jalan yang benar, jalan keselamatan, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.' Sudilah kiranya Engkau juga membuat mereka yang telah didatangi oleh anugerah-Mu dan Kauterangi dengan pengetahuan Firman-Mu, makin hari makin bertumbuh dalam kebaikan, sebab mereka diperkaya dengan berkat-Mu yang rohani - supaya semua orang sepakat memuja Engkau dengan hati dan mulut, dan memberi hormat dan pujian kepada Kristus-Mu,yang adalah Guru, Raja, dan Pemberi Hukum kami.

Begitu pula, ya Allah sumber segala penghiburan, kami memohon agar Engkau sudi mencurahkan perhatian atas semua orang yang Kaubuat menanggung hukuman-Mu, sehingga mereka harus memikul salib dan mengalami kesusahan, apakah karena kemiskinan, penjara, penyakit, pembuangan dari tempat tinggalnya, atau karena bencana jasmani lainnya, atau karena kesusahan rohani, agar Engkau berkenan membuat mereka mengenal dan memahami kasihMu bagaikan seorang Bapa, yang membuat Engkau menghukum mereka demi perbaikan mereka, supaya mereka bertobat kepada-Mu dengan segenap hati,dan setelah bertobat merasa terhibur dan dibebaskan dari segala kesusahan.

1559

Secara khusus kami memohon agar Engkau mencurahkan perhatian-Mu atassemua saudara kami yang malang yang hidup terserak di bawah kuasa lalim sang anti-Kristus, sehingga mereka tidak memperoleh santapan' kehidupan, dan tidak bebas menyerukan nama-Mu di depan umum, bahkan ditawan dalam penjara dan dianiaya oleh musuh-musuh Injil-Mu. Kiranya berkenan kepadaMu, ya Bapa sumber anugerah, meneguhkan mereka oleh kekuatan Roh-Mu, sehingga mereka tidak jatuh berbuat dosa, tetapi tetap bertahan dalampanggilan-Mu yang kudus. Sudilah Engkau menolong dan mendampingi mereka, sesuai dengan kebutuhan mereka yang Engkau ketahui, menghibur mereka dalam penderitaannya, melindungi mereka sehingga mereka luput dari serigala yang ganas, membuat karunia-karunia Roh semakin bertambah dalam mereka semua, supaya mereka memuliakan Engkau baik dalam kehidupan ini maupun pada saat kematian.

1542A, 1542/5

Akhirnya, ya Allah dan Bapa, sudilah Engkau berikan agar kami juga, yang berkumpul di sini dalam nama Anak-Mu Yesus Kristus, karena Firman-Nya (dan karena Perjamuan Kudus-Nya) '2 benar-benar mengenal, tanpa menipu diri, kebinasaan yang telah melanda kodrat kami, dan hukuman yang! layak kami terima, yang [23] tiap-tiap hari kami timbun ke atas diri kami karena tingkah langkah kami yang sengsara dan tidak tertib. Berilah hal itu, supaya kami melihat dan memahami bahwa dalam diri kami tidak ada yang baik, dan bahwa daging dan darah kami tidak dapat mewarisi Kerajaan-Mu, sehingga dengan segenap perasaan kami serta dengan penuh kepercayaan kami sama sekali berserah kepada Anak-Mu yang kekasih Yesus Kristus, Tuhan kami, satu-satunya Juruselamat dan Penebus, agar Dia diam dalam kami, mematikan manusia lama kami, dan membarui kami sehingga kami menempuh kehidupan yang lebih baik, 1S42A yang olehnya nama-Mu dikuduskan, dan seterusnya.3

Di sini Pelayan memberi penjelasan singkat mengenai Doa Bapa Kami. Sesudah itu orang menyanyikan mazmur. Selanjutnya, Pelayan mengutus jemaat sambil mengatakan:

Allah memberkati kamu dan melindungi kamu; Tuhan menyinari kami dengan wajah-Nya dan memberi kami kasih karunia; Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi kamu damai sejahtera. Amin.1

1542/3

yang olehnya nama-Mu dipuji-puji dan dimuliakan sebagaimana sepatutnya nama yang begitu kudus dan layak, oleh semua orang dan di semua tempat, agar kami bersama semua makhluk benar-benar mematuhi Engkau dengan sempurna, sama seperti para malaikat-Mu dan pesuruh-pesuruh-Mu di surga hanya ingin melaksanakan perintah-perintah-Mu, dan juga agar kehendak-Mu dilaksanakan tanpa bantahan apa pun, dan agar semua orang siap mengabdi kepada-Mu dan menyenangkan hati-Mu, dengan melepaskan kemauannya sendiri dan segala keinginan daging mereka. Hendaklah dengan demikian Engkau menjadi Tuhan atas kami semua dan memerintah kami semua, dan kami makin hari makin belajar tunduk dan patuh pada keagungan-Mu, sehingga Engkaulah Raja dan Yang Berkuasa, di mana-mana, yang menuntun umat-Mu oleh tongkat firman-Mu dan oleh kekuatan Roh-Mu, sambil membingungkan musuh-musuh-Mu oleh kekuatan kebenaran dan keadilan-Mu.

[24] Juga, agar seluruh kekuasaan dan keangkuhan yang menentang kemuliaan-Mu makin hari makin dihancurkan dan dihapuskan, hingga kegenapan Kerajaan-Mu dinyatakan, bila Engkau tampil untuk menghukum. Sudilah Engkau mengenyangkan kami, yang menempuh jalan kasih dan takut akan nama-Mu, dengan kebaikan-Mu, dan melayani kami dengan segala hal yang perlu dan berguna bagi kami, agar kami menikmati makanan kami dalam suasana damai. Sebab, bila kami melihat Engkau memelihara kami, kami akan lebih mengenal Engkau sebagai Bapa kami, dan mengharapkan semua kebaikan dari tanganMu. Dengan demikian, kami tidak akan menaruh lagi kepercayaan pada makhluk apa pun, dan sama sekali mempercayai Engkau dan kesayangan-Mu.

Dan karena selama kehidupan yang fana ini kami adalah orang berdosa yang malang, yang begitu rapuh sehingga kami terus-menerus jatuh dalam dosa dan menyimpang dari jalan lurus, maka sudilah Engkau mengampuni kesalahan kami, yang membuat kami layak menerima hukuman-Mu. Sudilah Engkau oleh pengampunan itu membebaskan kami dari keharusan menderita kematian kekal. Sudilah Engkau menjauhkan murka-Mu dari kami, dan tidak memperhitungkan kepada kami kejahatan yang ada dalam diri kami. Berikanlah juga agar karena perintah-Mu kami tidak mengindahkan perbuatan buruk orang terhadap diri kami, dan bukan membalas dendam, melainkan mengupayakan kebaikan bagi musuh kami. Akhirnya, hendaklah berkenan kepada-Mu untuk di masa depan menyokong kami oleh kekuatan-Mu, agar kami tidak tersandung disebabkan kelemahan daging kami. Kami ini begitu lemah, sehingga kami tidak sanggup berdiri tegak satu saat saja, sedangkan kami dikelilingi dan diserang terus-menerus oleh begitu banyak musuh; iblis, dunia, dosa, dan daging kita sendiri dengan tiada henti-hentinya memerangi kami. Maka sudilah Engkau menguatkan kami oleh Roh Kudus-Mu dan memperlengkapi kami dengan senjata, yaitu karunia-karunia-Mu, supaya kami sanggup tetap bertahan melawan semua godaan dan berjuang dengan gigih dalam pertempuran rohani ini, hingga kami memperoleh kemenangan sepenuhnya, agar kelak kami bermegah dalam Kerajaan-Mu, bersama Panglima dan Pelindung kami, Tuhan kami Yesus Kristus.

1542

Pada akhir ibadah orang menyanyikan mazmur. Sesudah itu, Pelayan mengutus jemaat sambil mengatakan, 'Tuhan memberkati kamu dan melindungi kamu. Tuhan menyinari kamu dengan wajah-Nya dan memberi kamu kasih karunia. [25] Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi kamu damai sejahtera. Amin."

1542

Pada hari orang harus merayakan Perjamuan, pada acara tadi ditambahkan lagi hal yang berikut:

Tuhan kami Yesus Kristus tidak hanya satu kali saja mempersembahkan tubuhNya dan darah-Nya kepada-Mu di kayu salib, demi pengampunan dosa kami, tetapi Dia hendak juga membagikannya kepada kami agar menjadi santapan yang memberi kehidupan kekal. Karena itulah, anugerahkanlah kepada kami, agar kami menerima anugerah dan pemberian yang begitu besar ini dari-Nya dengan kesungguhan hati dan dengan semangat yang berkobar-kobar. Buatlah supaya dengan iman teguh kami menerima tubuh dan darah-Nya, Dia seluruhnya, sebab Dia, yang adalah Allah sejati dan manusia sejati, benar-benar merupakan roti dari surga, yang menghidupkan kami, supaya kami tidak lagi hidup dalam diri kami sendiri, menurut kodrat kami yang sama sekali rusak dan jahat, tetapi Dia hidup dalam kami, untuk menuntun kami menuju ke kehidupan yang suci, bahagia, dan kekal. Berilah juga agar kami benar-benar mendapat bagian dalam Perjanjian yang baru dan abadi, yaitu perjanjian anugerah, dengan kepastian dan keyakinan bahwa Engkau berkenan untuk selama-lamanya menjadi Bapa yang murah bagi kami, tidak memperhitungkan kesalahan kami kepada kami, dan melengkapi kami, sebagai anak-anak serta ahli waris yang kekasih, dengan segala hal yang kami butuhkan, baik untuk tubuh maupun untuk jiwa kami, supaya kami dengan tiada henti-hentinya memuliakan Engkau dan mengucap syukur kepada-Mu, dan membesarkan nama-Mu dengan perbuatan dan perkataan. Maka berilah, ya Bapa di surga, agar dengan cara itulah pada hari ini kami merayakan peringatan yang berbahagia akan Anak-Mu yang kekasih, menjalani latihan di dalamnya, dan memberitakan berkat kematian-Nya, supaya kami kembali memperoleh pertumbuhan serta penguatan dalam iman dan dalam segala hal yang baik, serta menyebut Engkau dengan kepercayaan yang semakin teguh Bapa kami, dan bermegah di dalam Engkau. Amin.

Seusai Perjamuan, orang memakai pengucapan syukur ini, atau yang serupa:

Bapa yang di surga, kami mengucap pujian dan syukur yang kekal kepada-Mu, karena telah Kaulimpahkan harta sebesar itu kepada kami, orang berdosa yang malang, yaitu telah membuat kami masuk ke dalam persekutuan dengan AnakMu Yesus Kristus, Tuhan kami, dengan menyerahkan Dia ke dalam maut bagi kami dan memberikan Dia kepada kami [26] menjadi makanan dan bekal kehidupan kekal. Sekarang anugerahkanlah juga kepada kami harta ini, yaitu janganlah membiarkan kami tidak ingat lagi akan hal-hal ini, tetapi biarlah hal-hal ini tertera dalam hati kami, sehingga kami semakin bertumbuh dan bertambah dalam iman yang giat mengerjakan segala perbuatan baik, dan dengan demikian untuk seterusnya mengatur seluruh kehidupan kami demi penyanjungan kemuliaan-Mu dan pembangunan sesama kami, oleh Dia, Yesus Kristus, AnakMu, yang dalam kesatuan dengan Roh Kudus hidup dan memerintah bersama Engkau, Allah, untuk selama-lamanya. Amin.

Pengucapan berkat, yang dilakukan pada saat jemaat pergi, sesuai dengan penetapan Tuhan kita, Bil 6:

Tuhan memberkati kamu dan melindungi kamu. Tuhan menyinari kamu dengan wajah-Nya dan memberi kamu kasih karunia. Tuhan kembali menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan tetap memberi kamu damai sejahtera. Amin.' 1545 Pergilah dengan damai, hendaklah Roh Allah menuntun kamu masuk ke dalam kehidupan kekal.

1542/5

Alkitab mengajar kepada kita bahwa wabah pes, peperangan, dan bencana lain yang serupa datang dari Allah dan merupakan hukuman-Nya atas dosa-dosa kita. Maka bila kita melihat kejadian itu menimpa kita, seharusnya kita. menyadari bahan Allah memurkai kita; lalu, jika kita benar-benar orang percaya, seharusnya kita mengakui kesalahan kita, sehingga kita membenci diri kita sendiri, berbalik kepada Tuhan sambil menyesal dan membenahi hidup kita, serta berdoa dengan kerendahan hati yang sejati, agar kita beroleh pengampunan.

Oleh sebab itu, bila sesekali kita melihat bahwa Allah mengancam kita, janganlah kita menyalahgunakan kesabaran-Nya. Sebaliknya, kita perlu menghindarkan hukuman-Nya yang kita lihat sudah siap menimpa kita. Karena itu, sebaiknya ditetapkan satu hari tiap-tiap minggu untuk mengemukakan hal-hal ini secara khusus; hendaklah pada hari itu orang menaikkan doa dan permohonan, sesuai dengan kebutuhan zaman. Maka berikut ini ada tata cara khusus untuk itu.

Pada awal khotbah ada pengakuan dosa umum, yang diucapkan pada hari Minggu, dan yang telah dimuat di atas.

Pada akhir khotbah, dikemukakan betapa dewasa ini Allah mendatangkan kesusahan atas umat manusia karena perbuatan yang mereka lakukan di seluruh bumi, dan betapa dunia diserahkan pada semua jenis kejahatan. Jemaat diajak pula berbalik dan membenahi [27] hidupnya, dan berdoa memohon kepada Allah agar beroleh belas kasihan. Sesudah itu, orang memakai tata cara berdoa ini:

Allah yang mahakuasa, Bapa di surga, kami menyadari dalam diri kami dan kami mengakui betapa kami benar-benar tidak layak menengadah ke langit untuk menghadap hadirat-Mu, dan betapa kami tidak boleh berani mengira bahwa seharusnyalah Kaukabulkan doa-doa kami, jika Engkau memperhatikan isi hati kami. Sebab, hati nurani kami menuding kami, dan dosa-dosa kami memberi kesaksian melawan kami, dan kami mengetahui bahwa Engkau adalah Hakim yang adil, yang tidak membenarkan orang-orang berdosa dan jahat, tetapi menghukum kesalahan mereka yang telah melanggar perintah-perintah-Mu. Dan, Tuhan, bila kami memperhatikan seluruh kehidupan kami, hati kami bingung dan kami tinggal merebahkan diri dan menjadi putus asa, seakan-akan kami telah masuk ke dalam jurang kematian. Namun, Tuhan, karena kemurahan-Mu yang tak terhingga Engkau telah berkenan memerintahkan agar kami berseru kepada-Mu, bahkan dari tempat neraka yang paling dalam. Pun Engkau memerintahkan agar makin kami sendiri lemah makin kami bernaung dan berlindung pada kebaikan-Mu yang tidak terikat pada apa pun. Juga, Engkau telah berjanji kepada kami akan menerima permintaan dan doa permohonan kami, bukan seakan-akan kamilah yang layak, melainkan dalam Nama dan karena jasa Tuhan kami Yesus Kristus, yang telah Kautetapkan menjadiJurusyafaat dan Pembela bagi kami. Maka kami sama sekali menanggalkan kepercayaan pada manusia, dan memberanikan diri hanya karena kebaikan-Mu menghadap keagungan-Mu dan menyeru nama-Mu yang kudus, untuk beroleh anugerah dan belas kasihan.

Pertama, ya Tuhan, selain berkat tak terhingga yang Kaubagikan secara umum kepada semua orang di bumi, Engkau telah mengaruniakan kepada kami begitu banyak anugerah khusus, sehingga kami tidak dapat menyebutkannya, bahkan cukup memahaminya pun tidak.

Pada khususnya, Engkau telah berkenan memanggil kami, agar mengenal Injil-Mu yang kudus, seraya membawa kami keluar dari perhambaan kami yang malang kepada iblis dan membebaskan kami dari penyembahan berhala yang terkutuk serta takhayul yang di dalamnya kami terbenam, untuk menuntun kami ke terang kebenaran-Mu. Meskipun demikian, karena tidak tahu bersyukur dan tidak mengerti, kami melupakan kebaikan yang telah kami terima dari tangan-Mu, dan kami menyimpang; kami telah berpaling dari-Mu dan mengejar keinginan kami sendiri; kami tidak memberi-Mu penghormatan dan tidak mematuhi firman-Mu yang kudus, sebagaimana seharusnya kami lakukan; kami sama sekali tidak menyanjung-nyanjung dan membesarkan Engkau sebagaimana sepatutnya. Engkau senantiasa setia memperingatkan kami melalui [28] firman-Mu, tetapi kami sama sekali tidak mendengarkan peringatan-peringatan-Mu. Maka kami telah berdosa, ya Tuhan, kami telah melukai hati-Mu. Karena itu, kami menimpakan kebingungan dan aib atas diri kami; kami mengetahui bahwa kami bersalah berat di hadapan pengadilan-Mu; jika Engkau hendak berbuat kepada kami sebagaimana layaknya, kami hanya dapat mengharapkan kematian dan hukuman kekal. Sebab, bila kami mau berdalih, hati nurani kami menuding kami, dan kejahatan kami ada di hadapan Engkau sehingga membuat kami layak dihukum. Memang, ya Tuhan, kami melihat betapa Engkau telah memurkai kami dengan adil melalui hukuman-hukuman yang telah menimpa kami. Engkau adil dan tidak memandang bulu, sehingga Engkau tidak menyiksa orang-orang milik-Mu dengan tidak beralasan. Maka karena kami telah merasakan pukulan tongkat-Mu, kami mengetahui bahwa kami telah menimbulkan amarah-Mu melawan diri kami. Sekarang juga kami tetap melihat tangan-Mu terangkat untuk menghukum kami, sebab pedang-pedang yang biasa Kaupakai untuk membalas dendam kini terhunus, dan ancaman-Mu melawan orang berdosa dan jahat siap dilaksanakan.

Maka itu, sekiranya Engkau menjatuhkan atas diri kami hukuman yang jauh lebih keras, dibandingkan dengan yang Kaulakukan hingga saat ini, dan sekiranya bukan satu malapetaka yang kami alami, melainkan seratus, bahkan sekiranya kutuk yang pernah Kaudatangkan untuk menghukum kesalahan umat-MuIsrael menimpa kami - kami mengakui bahwa adil adanya, dan kami tidak akan membantah bahwa kami menerimanya dengan tidak selayaknya.

Namun, ya Tuhan, Engkaul