Skip to main content

Ilmuwan Cemerlang Sovyet Masuk Kristen dan Mendukung Teori Kreasi

<p>Artikel ini menceritakan kisah Dr. Dmitry A. Kuznetsov, seorang ilmuwan cemerlang asal Sovyet yang mengalami perubahan keyakinan dari ateisme dan evolusionisme menjadi Kristen dan pendukung teori kreasionisme setelah bekerja di Moskow. Ia secara aktif menyuarakan bahwa penyelidikan ilmiah mendukung model Penciptaan oleh Tuhan (Kreasi) alih-alih teori evolusi yang memakan miliaran tahun. Penulis artikel, Ir. Stanley I. Sethiadi, memperluas diskusi ini dengan mempertanyakan bukti ilmiah mutlak atas teori evolusi, menyatakan bahwa apa yang dianggap sebagai "fakta evolusi" hanyalah prasangka iman. Oleh karena itu, penulis menyerukan kepada seluruh umat Kristen untuk menerima Kitab Kejadian pasal 1 hingga 11 secara harfiah (literal) dan menghindari berbagai tafsiran yang menyimpang.</p>

<ul>
<li>Dr. Dmitry A. Kuznetsov</li>
<li>Teori Kreasionisme (Kreasi)</li>
<li>Evolusionisme</li>
<li>Kebangkitan Iman/Konversi Keyakinan</li>
<li>Pembuktian Ilmiah (Scientific Proof)</li>
<li>Kitab Kejadian</li>
</ul>

<ul>
<li>Dr. Dmitry A. Kuznetsov, seorang ilmuwan Soviet berprestasi, telah bertobat dari ateisme ke iman kepada Allah serta dari dukungan evolusionisme menjadi pendukung kreasionisme.<br> (Ia aktif menulis tentang topik ini di surat kabar Sovyet Uni dan melakukan kunjungan akademis ke Amerika Serikat).</li>
<li>Teori Kreasi menyatakan bahwa alam semesta diciptakan oleh Pencipta secara langsung dalam waktu singkat, bertentangan dengan teori evolusi yang memerlukan waktu miliaran tahun.<br> (Semakin banyak ilmuwan di seluruh dunia, termasuk ahli dari berbagai disiplin ilmu Soviet, mulai mendukung penyelidikan ilmiah kreasi).</li>
<li>Penulis artikel berargumen bahwa teori evolusi tidak terbukti secara saintifik melainkan merupakan "iman evolusi" karena tidak dapat direplikasi melalui observasi dan eksperimen yang ketat.<br> (Ia menyoroti pentingnya dasar ilmu pengetahuan yang harus berupa pengamatan yang dapat diulangi).</li>
<li>Artikel ini juga menyerukan kepada umat Kristen untuk kembali menerima Kitab Kejadian pasal 1 sampai 11 secara literal sebagai catatan teliti mengenai Penciptaan, dan menjauhi interpretasi-interpretasi lain (seperti day-age theory atau theistic evolution).</li>
</ul>

Penulis_artikel

Ir. Stanley I. Sethiadi

Isi_artikel

Dr. Dmitry A. Kuznetsov, lulus M.D. dalam penyakit dalam (internist) pada tahun 1978. Pada tahun 1981 ia dapat gelar Ph.D. dalam kimia biologi, dan gelar D.Sc. dalam biologi molekuler pada tahun 1989. Pada tahun 1983, Dr. Kuznetsov, pada usia 29 tahun, mendapat hadiah "Lenin Komsomol", sebuah hadiah yang diberikan setiap tahun kepada dua sarjana muda yang paling cemerlang di Sovyet Uni. Pada tahun 1986 ia mendapat hadiah "Councel of Ministries" untuk pekerjaannya yang cemerlang di bidang kimia biologi.

Pada tahun 1980, sewaktu bekerja di Moskow, Dr. Kuznetsov beralih kepercayaan dari evolusionisme ke kreasionisme. Ia juga beralih kepercayaan dari ateisme kepada kepercayaan akan Allah. Ia kemudian menjadi anggota gereja Baptis Moskow. Dan kini ia mengisi ruang "Ilmu pengetahuan alam tanpa ateisme" dari surat kabar "The Protestant" yang mempunyai oplah 10.000 di Sovyet Uni.

Awal 1990, Dr. Kuznetsov mengunjungi Amerika Serikat. Ia memberi ceramah di Universitas Yale, U.C.L.A. dll. mengenai penyelidikan ilmiahnya. Pada tanggal 25 dan 26 Januari 1990, Dr. Kuznetsov mengunjungi "Institut Penyelidikan Penciptaan" (Institute for Creation Research) di EI Cajon, California. Ia jumpa dengan para ilmuwan ICR dan membicarakan kemungkinan kerjasama di bidang penyelidikan penciptaan atau kreasi secara ilmiah. Ia menyatakan keheranannya bahwa kini di Moskow di bawah Glasnost, lebih banyak diberi kebebasan akademis untuk penyelidikan ilmiah kreasi daripada di California.

Teori kreasi dikemukakan para ilmuwan kreasionis terutama sejak tahun 1970. Teori ini mengatakan bahwa alam semesta ini diciptakan seorang Pencipta langsung jadi sempurna dalam waktu singkat. Teori ini membantah teori evolusi yang mengatakan bahwa alam semesta ini terjadi secara perlahan-lahan dalam waktu miliaran tahun.

Banyak orang mengira bahwa teori evolusi sudah terbukti secara ilmiah. Ada juga rohaniwan Kristen baik Katolik maupun Protestan yang mengira demikian. Seorang Doktor dalam teologi di Jakarta ini, baru-baru ini bahkan mengatakan bahwa menurut kitab Kejadian 1 alam semesta terjadi dalam waktu enam hari. Ia menulis: "Mulanya memang ditafsirkan begitu. Tetapi kemudian karena bukti-bukti ilmiah yang tak dapat terbantah, terjadi perubahan." Tetapi apakah betul bahwa ada "bukti-bukti ilmiah" mengenai terjadinya alam semesta? Apakah yang disebut "bukti-bukti ilmiah"? Apakah terjadinya alam semesta dapat diulangi dan diselidiki secara seksama? Tentu tidak dapat, bukan? Untuk menyelidiki secara seksama kita harus kembali ke zaman alam semesta terjadi, dan ini tidak mungkin. Dasar dari ilmu pengetahuan alam adalah justru observasi (pengamatan) dan/atau eksperimen (percobaan) yang dapat diulangi dan diselidiki dengan seksama.

Sejak tahun 1970 di seluruh dunia makin lama makin banyak ilmuwan yang membantah teori evolusi. Dari beberapa orang menjadi ratusan lalu ribuan dan kini (1990) jumlahnya sudah puluhan ribu. Ilmuwan Sovyetpun sudah makin banyak yang berpendapat bahwa penyelidikan ilmiah lebih mendukung teori kreasi daripada teori evolusi. Pada bulan Januari 1990 di samping Dr. Kuznetsov ada dua ilmuwan Sovyet lainnya yang mengunjungi ICR. Masing-masing datang secara terpisah. Hampir dari semua disiplin ilmu pengetahuan alam, kini telah ada yang mendukung teori kreasi. Beberapa di antaranya ialah ahli hidrologi Dr. H.M. Morris, ahli-ahli mikrobiologi Dr. Larry Butler, Dr. Duane Gish, Dr. Kuznetsov, ahli-ahli ilmu alam Dr. C.W. Harrison, Dr. Barnes, ahli astronomi Dr. Slusher, ahli kimia Dr. W.A. Beckman, ahli arkeologi Dr. Clifford A. Wilson dll.

Penulis sendiri sampai tahun 1983 (usia 45 tahun) percaya betul bahwa bumi kita ini terjadi dalam miliaran tahun. Mengapa? Karena semua guru penulis dari SD sampai universitas mengatakan begitu. Lagipula berita- berita televisi, surat kabar, majalah-majalah dsb. penuh dengan berita-berita yang berbau evolusionisme. Kemudian penulis menganggap bahwa itulah akal sehat. Tetapi setelah penulis mempelajari sekali lagi argumen-argumen yang mendukung maupun menentang teori evolusi maupun teori kreasi penulis berkesimpulan bahwa sesungguhnya teori evolusi tidak terbukti secara ilmiah. Apa yang digembar-gemborkan sebagai fakta evolusi (the fact of evolution) adalah sesungguhnya prasangka-prasangka atau iman evolusi (the faith of evolution). Sejak tahun 1986, penulis lebih percaya pada Allah daripada siapa pun di dunia ini mengenai asal usul alam semesta. Dan melalui Alkitab Allah telah berfirman bahwa Dia telah menciptakan alam semesta ini dalam waktu enam hari.

Untuk melepaskan diri dari iman yang salah, apalagi yang telah ditanamkan di dalam benak kita sejak dari bangku SD memang dibutuhkan keberanian mental dan keinginan yang sungguh-sungguh untuk mengerti kebenaran. Bagaimana dengan Anda?

Kepada orang Kristen dari denominasi manapun, kini penulis menghimbau, agar menerima Kitab Kejadian 1 s/d 11 seperti yang dimaksudkan Allah. Allah yang menciptakan langit, bumi dan segala isinya, jadi Allahlah yang paling tahu bagaimana dan bilamana Dia menciptakannya. Jangan buat tafsiran yang bukan-bukan (day-age theory, gap theory, theistic evolution, allegoric/symbolic dsb.). Kejadian 1 s/d 11 adalah record yang teliti bagaimana Allah menciptakan langit, bumi dan segala isinya, termasuk umat manusia. Haleluyah!

Sumber: Majalah Acts dan Facts, 3 Maret 1990

Sumber:
Nama Majalah : Momentum
Edisi : 8/Juni 1990
Judul Artikel: Ilmuwan Cemerlang Sovyet Masuk Kristen Dan Mendukung Teori Kreasi
Penulis : Ir. Stanley I. Sethiadi
Halaman : 22-23
Sumber Artikel
Sumber:
Nama Majalah : Momentum
Edisi : 8/Juni 1990
Judul Artikel: Ilmuwan Cemerlang Sovyet Masuk Kristen Dan Mendukung Teori Kreasi
Penulis : Ir. Stanley I. Sethiadi
Halaman : 22-23