Artikel-artikel Reformed Terbaru

  • Dear e-Reformed Netters,

  • Dear e-Reformed Netters,

  • Dear e-Reformed Netters,

    Berikut adalah lanjutan artikel e-Reformed edisi 128. Doa saya, kiranya artikel yang kita baca ini semakin memberanikan kita untuk menyongsong hari kematian jasmani, karena tubuh sempurna sudah menanti bagi kita, dimana kita tidak lagi akan mengalami sakit penyakit dan kelemahan badan. Dan kita akan hidup bersama DIA yang memberikan keselamatan sempurna. Soli Deo gloria!

    Selamat menyimak.

  • Dear e-Reformed Netters,

    Artikel yang saya tampilkan dalam e-Reformed bulan ini, yaitu "Diselamatkan dalam Pengharapan", diambil dari buku tulisan Charles Spurgeon yang berjudul: "Menemukan Kedamaian dalam Badai Kehidupan". Artikel ini sangat bagus tapi juga sangat panjang, dan pasti akan menyulitkan Anda yang membacanya lewat alat mobile (HP). Karena itu, saya akan membaginya menjadi 3 bagian, yang akan diterbitkan dalam 3 edisi, yaitu edisi e-Reformed Mei (28), Juni (29) dan Juli (30).

  • Dear e-Reformed Netters,

    Edisi e-Reformed April akan mengajak Anda memikirkan tentang kekhasan doktrin Reformed mengenai Alkitab, khususnya seputar inspirasi. Tulisan yang kami sajikan ini diambil dari buku yang berisi kumpulan transkrip artikel oleh Pdt. Dr. Joseph Tong, yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologia Bandung.

  • Dear e-Reformed Netters,

    Kami yakin Anda sudah mulai mempersiapkan diri untuk merayakan Paskah, salah satu hari besar yang dirayakan oleh umat Kristen di seluruh dunia. Memang hari Natal sering dirayakan lebih meriah dibandingkan hari Paskah. Tetapi makna kematian dan kebangkitan Kristus merupakan inti terbesar dari keselamatan yang dilakukan oleh Yesus Kristus. Mengapa?

  • Dear e-Reformed Netters,

    Senang sekali bisa berjumpa Anda di akhir bulan Februari ini. Semoga Anda dan keluarga dalam keadaan sehat walafiat.

    Perjumpaan dengan edisi e-Reformed bulan ini akan membawa Anda pada sebuah artikel yang ditulis dengan sangat sederhana tentang doktrin Providensia Allah. Namun, walaupun kelihatannya sederhana, di dalamnya kita bisa belajar banyak hal tentang sifat-sifat Allah dengan cara yang sangat praktis.

  • Dear e-Reformed Netters,

    Setelah sekian lama tidak berjumpa, senang sekali akhirnya kami bisa menjumpai lagi para pelanggan e-Reformed. Doa kami, kiranya Anda memaafkan keabsenan e-Reformed selama satu setengah tahun terakhir ini dan menyambut baik kemunculan kembali e-Reformed di tahun 2012.

    Edisi Januari 2012 di bawah ini ingin mengajak Anda untuk merenungkan kembali tentang konsep WAKTU, sebuah artikel yang kami ambil dari buku yang berjudul "Waktu dan Hikmat" yang merupakan transkrip khotbah dari Pdt. Dr. Stephen Tong.

  • Dear e-Reformed Netters,

    Saya minta maaf sebesar-besarnya karena untuk beberapa saat e-Reformed tidak mengirimkan artikel. Semoga dengan pengiriman ini, Anda tidak lagi perlu menunggu. Doakan juga supaya pengiriman selanjutnya bisa kembali dilakukan secara teratur.

    Kali ini saya mengirimkan sebuah artikel yang cukup panjang, karena itu saya akan membaginya menjadi dua bagian (dalam dua surat terpisah). Artikel ini adalah salah satu bab dari buku yang berjudul: "Help Yourself; Today's Obsession with Satan's Oldest Lie". Buku ini sangat menarik karena ditulis oleh seorang yang sangat prihatin melihat perkembangan gerakan pengembangan diri yang dilakukan oleh motivator-motivator yang notabene 'Kristen' tetapi sebenarnya mereka justru lebih banyak melawan konsep-konsep dasar iman Kristen. Tapi anehnya banyak orang Kristen, khususnya di Indonesia, yang tidak tanggap sehingga ikut terbawa arus jaman yang sangat trendi pada 5 tahun terakhir ini.

  • Dear e-Reformed Netters,

    Saya terkesan sekali dengan penjelasan John Stott tentang gereja, karena beliau memaparkannya dengan sangat jelas dan tepat. Separuh dari artikel ini berbicara tentang pengertian gereja yang diambil dari Alkitab, bahwa umat Allah yang dipanggil keluar ini adalah untuk menjadi satu tubuh yang tidak lagi membedakan suku bangsa, tingkatan, ataupun jenis kelamin. Namun pada kenyataannya, sering kali gereja justru menciptakan perbedaan-perbedaan baru. Karena itu dengan berani John Stott tanpa ragu berkata, "menafsirkan gereja dipandang dari segi pembedaan kasta yang memberikan hak istimewa kepada golongan pendeta atau struktur yang bersifat hierarki telah menghancurkan doktrin Perjanjian Baru mengenai gereja."

Komentar