Artikel-artikel Reformed Terbaru

  • Dear e-Reformed Netters,

  • Dear e-Reformed Netters,

  • Dear e-Reformed Netters,

  • Dear e-Reformed Netters,

    Pengampunan merupakan salah satu topik yang sering didengungkan dan didengar, tetapi jarang dijalankan dengan baik. Sebagai orang Kristen, kita tahu bahwa kita sudah diampuni, dan karena itu kita juga wajib untuk mengampuni. Namun, untuk melakoninya dibutuhkan kedewasaan iman dan kedewasaan karakter. Faktanya, kita lebih sering mengabaikannya dan lebih senang menuruti harga diri dan keakuan kita. Sesulit apa pun, menurut Sung Jin (Peter) Kim, penulis artikel di bawah ini, mengampuni bukanlah sebuah pilihan.

  • Dear e-Reformed Netters,

    Kejatuhan manusia ke dalam dosa telah mengakibatkan ketidakmampuan manusia mengambil bagian dalam kekudusan Allah dan tidak lagi hidup seturut kehendak-Nya. Kehidupan manusia berdosa telah dibelenggu oleh kuasa dosa sehingga manusia selalu memiliki kecenderungan untuk berbuat dosa. Namun, kita patut bersyukur, sebagai orang percaya, kita tidak lagi hidup diperbudak oleh dosa.

  • Dear e-Reformed Netters,

    Pemahaman kita sebagai orang percaya dibangun atas dasar pengenalan kita akan Allah melalui relasi yang karib dengan Dia. Seseorang tidak dapat menyelami pekerjaan Allah secara benar tanpa membangun cara berpikir yang sesuai dengan pemikiran Allah. Oleh karena itu, kita harus membangun pola pikir yang sesuai dengan kebenaran Allah. Hal ini memang tidak mudah, dan merupakan pergumulan yang berat bagi orang percaya untuk memahami karya-Nya dalam setiap aspek kehidupan.

  • Dear e-Reformed Netters,

    Artikel ini adalah lanjutan dari artikel bulan lalu. Setelah kita mengerti pergeseran teknologi yang terjadi, kita harus menyusun strategi untuk dapat tetap menjadi garam dan terang bagi dunia sesuai konteks zamannya. Mari kita simak lanjutan artikel ini. Soli Deo Gloria!

    Pemimpin Redaksi e-Reformed,
    Teddy Wirawan
    < teddy(at)in-christ.net >
    < http://reformed.sabda.org >
  • Dear e-Reformed Netters,

    Selama bulan April -- Juni, kita merayakan empat peristiwa berturut-turut yang sangat penting dalam sejarah kekristenan, yaitu kematian Tuhan Yesus di kayu salib, kebangkitan Tuhan Yesus dari kematian, kenaikan-Nya ke surga, dan penggenapan janji-Nya tentang Penolong yang akan datang, yaitu Roh Kudus, yang jatuh tepat pada Hari Raya Pentakosta. Dalam artikel bulan ini, kita akan melihat kepada Pribadi ketiga Allah Tritunggal. Pribadi Allah yang peran-Nya mungkin paling sering diremehkan oleh orang Kristen masa kini. Banyak orang Kristen salah dalam mengenali Roh Kudus: mereka sering kali menganggap bahwa Roh Kudus hanyalah kuasa dari Allah, keberadaan-Nya dibatasi hanya pada munculnya fenomena-fenomena rohani yang spektakuler, bahkan tidak jarang orang Kristen yang berusaha mengendalikan atau bersikap tidak hormat kepada Roh Kudus. Banyak juga lembaga gereja yang menuduh gereja lain "tidak ada Roh Kudusnya" hanya karena tidak pernah menggunakan "bahasa roh" di dalam ibadah.

  • Dear e-Reformed Netters,

    Pertama-tama, kami segenap redaksi e-Reformed mengucapkan SELAMAT PASKAH! Semoga Paskah tahun ini mempunyai makna rohani yang berkesan bagi kita masing-masing.

  • Dear e-Reformed Netters,

    Sudah lama kita tidak membahas tentang tokoh dan sejarah. Oleh karena itu, pada bulan ini, saya memilih artikel yang membahas tentang seorang tokoh gereja yang berani memperjuangkan kebenaran sampai mati pada zamannya, yaitu Dietrich Bonhoeffer. Beliau dengan berani dan tegas melawan pemerintahan diktator Hitler, yang pada saat itu melumpuhkan peran gereja dalam masyarakat. Karena kekejaman dan kekuasaan Hitler saat itu, bahkan gereja pun tutup mulut dan tutup mata. Gereja tidak berani memberikan teguran dan kritikan pada pemerintahan Hitler. Sosok seperti Bonhoeffer inilah yang dibutuhkan oleh masyarakat. Orang yang di dalam minoritas, namun tetap berani bersuara memperjuangkan kebenaran.

Komentar