Artikel-artikel Reformed Terbaru

  • Dear e-Reformed Netters,

    Saya terkesan sekali dengan penjelasan John Stott tentang gereja, karena beliau memaparkannya dengan sangat jelas dan tepat. Separuh dari artikel ini berbicara tentang pengertian gereja yang diambil dari Alkitab, bahwa umat Allah yang dipanggil keluar ini adalah untuk menjadi satu tubuh yang tidak lagi membedakan suku bangsa, tingkatan, ataupun jenis kelamin. Namun pada kenyataannya, sering kali gereja justru menciptakan perbedaan-perbedaan baru. Karena itu dengan berani John Stott tanpa ragu berkata, "menafsirkan gereja dipandang dari segi pembedaan kasta yang memberikan hak istimewa kepada golongan pendeta atau struktur yang bersifat hierarki telah menghancurkan doktrin Perjanjian Baru mengenai gereja."

  • Dear e-Reformed Netters,

    Selamat bertemu kembali. Saya minta maaf sebesar-besarnya karena e-Reformed edisi Maret ini terlambat terbit. Tema yang diangkat adalah Paskah karena edisi ini sebenarnya memang dipersiapkan untuk menyambut Paskah.

    Khotbah Pdt. Stephen Tong, yang dijadikan artikel di bawah ini sangat padat dengan uraian-uraian teologis yang penting tentang keyakinan iman kita akan Kristus yang bangkit dalam kemenangan. Inti khotbah beliau tercermin dalam beberapa kalimat yang saya kutipkan di bawah ini:

  • Dear e-Reformed Netters,

    Berikut ini adalah bagian kedua dari artikel yang dikirimkan sebelumnya. Harap kami supaya setelah Anda selesai membaca seluruh artikel ini, Anda dapat mengambil kesimpulan bahwa hidup menurut hikmat Allah bukan merupakan pilihan, tapi kepastian. Berpalinglah dari hikmat duniawi yang pada akhirnya hanya menjanjikan kekosongan. Kembalilah kepada Tuhan, karena hanya di dalam Dialah Anda akan dapat menemukan arti kekayaan hidup yang sesungguhnya.

    Selamat membaca.

    In Christ,
    Yulia
    http://reformed.sabda.org
    http://fb.sabda.org/reformed

  • Dear e-Reformed Netters,

  • Dear e-Reformed Netters,

    Tulisan yang saya kirimkan di bawah ini sebenarnya hanyalah sebuah bab pendahuluan dari sebuah buku yang berjudul "Tell The Truth -- Beritakan Kebenaran", yang ditulis oleh Will Metzger.

  • Dear e-Reformed Netters,

    Pertama, maaf seribu maaf, akhir-akhir ini saya sangat sibuk sehingga pengiriman e-Reformed jadi terlambat. Semoga pengiriman artikel di bawah ini bisa menjadi pengganti pengiriman yang terlambat.

    Minggu lalu adalah minggu perayaan Hari Reformasi Gereja. Saya ingin bertanya, masih adakah gereja yang merayakannya? Sepertinya, Hari Reformasi ini semakin lama menjadi semakin tidak dikenal. Mau melakukan sedikit eksperimen? Silakan Anda bertanya kepada jemaat biasa, apakah mereka tahu tentang Hari Reformasi Gereja?

  • Dear e-Reformed Netters,

    Di dalam sejarah peradaban manusia, terdapat tiga revolusi yang telah mengubah pola kehidupan bermasyarakat selamanya, baik dari segi produksi, distribusi, maupun konsumsi. Yang pertama adalah Revolusi Agraria pada masa prasejarah, yang kedua adalah Revolusi Industri pada abad ke-18, dan yang ketiga adalah revolusi yang berhubungan dengan pengolahan minyak bumi pada paruh abad ke-19.

  • Dear e-Reformed Netters,

    Banyak orang Kristen telah diracuni dengan pandangan yang mengatakan bahwa kehidupan pribadi, termasuk kehidupan rohani, adalah "privasi". Orang lain tidak berhak ikut campur di dalamnya. Secara sekilas, pandangan itu kelihatannya arif dan bijaksana. Karena itu, banyak orang yang tidak senang ketika ada saudara seiman mulai mengusiknya dengan pertanyaan-pertanyaan seperti ini.

  • Dear e-Reformed Netters,

    Jika harus menjawab dengan jujur, saat Anda ditanya: "Apakah Anda suka dikritik?" sebagian besar dari Anda pasti menjawab "tidak". Sebagian kecil dari Anda mungkin akan menjawab: "Lihat-lihat dulu apa kritikannya, kalau kritikan itu tidak menyakitkan dan tidak membuat telinga saya merah, bolehlah." Jadi, pada dasarnya orang tidak suka dikritik karena ia takut disakiti atau diusik dari zona nyamannya.

    Cuplikan kecil dari buku yang berjudul "Our Sufficiency in Christ", yang saya kirimkan berikut ini, penuh dengan kritikan, khususnya bagi para pendeta. Jadi, kalau Anda orang yang tidak suka dikritik, lebih baik jangan membaca artikel di bawah ini. Karena, kalau Anda membacanya dengan serius, saya yakin Anda akan gelisah dan mulai mencari kambing hitam, atau Anda harus mulai berpikir untuk melakukan suatu perubahan yang mendasar.

  • Dear e-Reformed Netters,

    Untuk kesekian kalinya kita akan membahas tentang Bapak Reformator yang sudah sangat kita kenal, yaitu Yohanes Calvin. Ia, bersama-sama dengan Zwingli, Farel, dan Bucer yang mendahuluinya, memberi jasa yang besar bagi perkembangan kekristenan di Indonesia. Anda mungkin bertanya: "Kok bisa?"

Komentar