Penebusan Yang Terbatas

Editorial: 

Dear e-Reformed Netters,

Tak lama lagi, kita akan merayakan Paskah. Saya berharap artikel yang saya kirimkan ini dapat menolong kita semua untuk mempersiapkan hati merenungkan kasih Allah yang luar biasa bagi kita, umat pilihan-Nya.

Ada banyak orang Kristen yang mungkin merayakan Paskah sekadar sebagai tradisi gereja saja. Kristus dipandang hanya sebagai "Pahlawan" kemanusiaan, bahwa Ia rela mati untuk manusia secara umum. Kita ikut senang karena kita adalah anggota dari manusia secara umum. Karena itu, perayaan Paskah acap kali menjadi sangat "impersonal". Namun, pernahkah Anda sungguh-sungguh merenungkan bahwa secara khusus Kristus datang, menanggung sengsara, dan mati adalah untuk Anda secara pribadi? Nah, artikel di bawah ini akan memaksa Anda untuk mengetahui kebenaran ini.

Selamat merayakan Paskah. Biarlah kebenaran bahwa Kristus telah mengalahkan maut supaya kita dapat hidup, menjadi kekuatan kita untuk terus hidup bagi Dia.

"Hidup bagiku adalah Kristus." (Fil. 1:21)

In Christ,
Yulia Oeniyati
< yulia(at)in-christ.net >

Penulis: 
Cheah Fook Meng
Edisi: 
109/III/2009
Tanggal: 
25-3-2009
Isi: 
PENEBUSAN YANG TERBATAS
(LIMITED ATONEMENT)

Hal mendasar yang paling kontroversial dalam iman Reformed adalah doktrin tentang penebusan yang terbatas (limited atonement). Istilah itu sendiri kontroversial karena sepertinya menyiratkan gagasan bahwa penebusan itu terbatas dalam kuasanya yang menyelamatkan. Tapi isi doktrinnya mungkin lebih kontroversial daripada istilahnya. Karena menurut doktrin iman Reformed -- bertentangan dengan sudut pandang aliran teologi lain -- menyatakan bahwa Kristus mati hanya untuk sejumlah orang saja.

Seperti halnya banyak orang, saya dulu memercayai gagasan umum bahwa Kristus mati untuk semua manusia. Awalnya saya berpikir bahwa itulah kebenaran paling logis untuk dipercayai, apalagi saat Anda melihat fakta Alkitab yang mengatakan, "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini" (Yohanes 3:16). Pemikiran saya yang sederhana mengatakan bahwa sesuatu yang baik seperti anugerah keselamatan pasti menguntungkan semua manusia. Jika anugerah ini sifatnya selektif, maka Allah tidak adil.

Namun, saat saya merenungkan isu penebusan dosa ini dengan lebih dalam, saya menyadari bahwa pendapat saya tentang "Kristus mati untuk semua manusia" sebenarnya tidak terlalu konsisten dengan apa yang selama ini Alkitab ajarkan tentang natur dan desain penebusan dosa. Pemahaman saya yang terbatas tentang penebusan dosa menghalangi saya mengetahui kuasa dan tujuan kematian Kristus bagi para pendosa.

Sebelum kita masuk lebih dalam kepada kontroversi itu, kita perlu memahami lebih dahulu konsep-konsep yang ada dalam doktrin penebusan.

ISTILAH PENEBUSAN (ATONEMENT)

Di Alkitab, istilah "penebusan" digunakan dalam dua hal. Di Perjanjian Lama (PL), istilah ini berarti "menutupi, atau menyembunyikan". Istilah yang digunakan di konteks ibadah PL merujuk pada makna menutupi dosa seseorang. Penebusan dosa ini melibatkan penyembelihan anak domba yang tidak bercela. Pada saat anak domba ini disembelih, darahnya dipercikkan ke selubung emas Tabut Perjanjian untuk menghapus murka Allah. Darah itu juga dipercikkan kepada anak domba kedua yang kemudian dibiarkan bebas. Kebebasan ini mengindikasikan kebebasan pendosa. Dia dibebaskan dari dosa karena hidupnya sudah ditebus oleh darah anak domba.

Di Perjanjian Baru (PB), istilah "penebusan" digunakan di Roma 3:5 untuk kata "pendamaian". Pendamaian mencakup pemadaman murka Allah sehingga seorang pendosa tidak perlu lagi mananggung penderitaan akibat murka Allah terhadapnya. Hasil dari pendamaian ini adalah anugerah pengampunan dan kebebasan. Pendosa dibebaskan dari dosa dan diperdamaikan dengan Allah.

PENEBUSAN KRISTUS: PELUNASAN KEADILAN TUHAN YANG SUNGGUH MENYELAMATKAN

Alkitab mengatakan bahwa Yesus Kristus adalah Penebus kita. Dia adalah Anak Domba yang tidak bercela yang digiring ke Kalvari untuk menutupi dosa kita dengan darah-Nya. Kematian Yesus tidak terjadi karena Dia melakukan tindak kriminal. Yesus mati sebagai penanggung dosa kita. Dia mengambil dosa-dosa kita dan menjadi bersalah karena dosa-dosa kita. Dan oleh karena hal ini, Dia menanggung murka Allah.

Dengan kematian-Nya, Kristus juga menghapus murka Allah. Dia melakukan ini untuk memenuhi semua persyaratan yang Allah tetapkan untuk seorang pendosa kembali kepada-Nya. Allah itu adil. Keadilan-Nya menuntut dua hal dari pendosa agar dapat diperdamaikan dengan Allah. Pertama, semua pendosa harus mati untuk dosanya. Tuhan tidak main-main dengan dosa. Dia menghukum semua pendosa dengan maut. Kedua, pendosa yang ingin diselamatkan dari murka-Nya harus memenuhi semua perintah hukum Allah yang benar. Dosa adalah suatu pelanggaran terhadap hukum Allah. Dan untuk diperdamaikan dengan Allah, seseorang harus menaati semua perintah-perintah Allah. Jika kita dapat memenuhi dua persyaratan tersebut, Allah akan mencabut murka-Nya atas kita.

Masalahnya sudah jelas. Semua orang telah berdosa. Tidak ada satu orang pun yang dapat memenuhi persyaratan Allah yang sempurna. Manusia harus menemukan penggantinya. Pengganti kita adalah Yesus Kristus.

Yesus Kristus pergi ke Kalvari untuk memenuhi tuntutan kebenaran Allah dan untuk menarik murka-Nya atas kita. Yesus Kristus sangat cocok untuk melakukan penebusan ini karena Dia adalah Manusia yang sempurna, Manusia tak berdosa. Pada saat Yesus Kristus menawarkan diri-Nya sebagai Penebus kita, Dia melakukannya sebagai Seseorang yang menanggung dosa-dosa kita. Jadi, Yesus menggantikan kita menanggung maut. Selain itu, saat Dia memberikan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai Penebus dosa-dosa kita, Dia menampilkan diri-Nya sendiri sebagai Seseorang yang telah memenuhi tuntutan kebenaran Allah demi kita.

Allah dipuaskan dengan kematian Yesus. Di sepanjang hidup-Nya, Yesus menaati mandat Bapa untuk menderita bagi umat-Nya dan menaati hukum atas nama mereka. Dia tidak menyerah terhadap tekanan yang mendesak- Nya untuk meninggalkan tugas-Nya. Dia memenuhi misi-Nya, bahkan saat Dia mengetahui bahwa misi tersebut mengharuskan-Nya untuk menanggung murka Bapa. Yesus berhasil menuntaskan misi tersebut. Di kayu salib, Dia berteriak, "Sudah selesai." Penebusan telah terpenuhi. Arti sesungguhnya dari hal ini adalah bahwa Yesus sungguh dan secara efektif menghapuskan murka Allah dan membawa perdamaian antara Allah dan manusia. Di kematian-Nya, Dia telah mencurahkan darah-Nya untuk menutupi dosa-dosa kita sehingga Allah tidak lagi menghukum kita dengan maut. Dalam kematian Kristus, kita sungguh-sungguh dibebaskan. Kita dapat mengatakan bahwa penebusan-Nya efektif; yakni, penebusan ini sungguh menyelamatkan kita dari murka Allah, karena kalau tidak, kita pasti sudah masuk neraka.

Bahkan sebelum kita menjawab pertanyaan tentang arti luas penebusan, yakni, "Untuk siapa Kristus mati?", kita harus yakin pada fakta bahwa Kristus, dengan kematian-Nya, sesungguhnya memenuhi keadilan Allah yang sempurna, dan akhirnya menebus kita dari kutuk maut. Bukti dari hal ini adalah di Ibrani 9:12: "dan Ia telah masuk satu kali untuk selama-lamanya ke dalam tempat yang kudus bukan dengan membawa darah domba jantan dan darah anak lembu, tetapi dengan membawa darah-Nya sendiri. Dan dengan itu Ia telah mendapat kelepasan yang kekal."

Ayat ini menunjukkan bahwa penebusan Kristus adalah tindakan penyelamatan yang pasti. Ini adalah kematian yang sungguh menyelamatkan. Ayat tersebut mengatakan bahwa Kristus telah "mendapat kelepasan yang kekal". Kata "mendapatkan" berarti penebusan telah tercapai dan terwujud. Salah satu versi terjemahan Alkitab menggunakan kata "memperoleh".

Bagi non-Calvinis, penebusan hanyalah sebuah syarat. Kristus mati hanya untuk membuat keselamatan menjadi mungkin. Kematian Kristus, kata mereka, telah menyingkirkan segala halangan yang mencegah pendosa untuk datang kepada Kristus. Tidak ada apa pun yang berdiri di antara dirinya dan Kristus, kecuali ketidakmauannya sendiri.

Hal ini tidak benar. Nilai apa yang ada dalam penebusan semacam ini? Jika penebusan hanya membentuk dasar dari keselamatan, namun tidak memiliki kuasa untuk menyelamatkan, nilai apa yang terkandung di dalamnya? Nilai apa yang didapat dari sebuah penebusan yang tidak memberikan keselamatan?

Lebih tepat untuk mengatakan bahwa Kristus mati demi menghapus dosa kita. Kristus tidak mati hanya untuk membuka jalan yang memungkinkan penghapusan dosa dan keselamatan dapat dialami oleh para pendosa. Kematian-Nya sungguh merupakan suatu penebusan dosa, yaitu, Dia benar- benar mati untuk menghapus dosa-dosa kita. Meskipun kenyataan pengampunan ini tidak dialami seorang pendosa hingga ia menerimanya dengan iman, Kristus benar-benar menggantikan kita di kayu salib. Dosa kita ditanggungkan pada Kristus, dan kebenaran-Nya diberikan kepada kita. Perubahan pribadi tentu saja tidak terjadi hingga kita menaruh iman kita pada Kristus. Namun, sebuah penggantian benar-benar terjadi dalam alam spiritual saat Kristus berteriak, "Sudah selesai." Hal ini terlihat abstrak. Saya akan menjelaskannya dengan sebuah contoh.

Jimmy berusia 7 tahun. Ayahnya mengirim $1 juta ke rekening Jimmy. Tapi karena dia masih terlalu muda untuk menggunakan uang sebanyak itu, ayahnya mengatakan padanya bahwa dia hanya dapat menarik uangnya pada saat ia berumur 25 tahun. Meskipun Jimmy hanya dapat memilikinya di kehidupannya nanti, namun $1 juta yang telah didepositokan di bank itu sungguh ada dan nyata. Buku tabungan atas namanya benar-benar menunjukkan saldo $1 juta. Pada umur 7 tahun, Jimmy memiliki $1 juta. Namun, dia belum benar-benar menjadi seorang miliuner hingga ia dewasa nanti.

Kematian Kristus sungguh-sungguh merupakan karya penyelamatan, di mana benar-benar terjadi sebuah pertukaran. Murka Allah secara efektif dihapuskan; dosa-dosa kita sungguh dilenyapkan, dan perdamaian terjadi. Kematian-Nya bukanlah, saya katakan lagi, sebuah prasyarat, di mana Dia hanya membuka jalan bagi para pendosa untuk kembali kepada Allah. Iman Reformed mengajarkan bahwa di buku kehidupan Allah, pertukaran terpenuhi saat Kristus mati di kayu salib. Pertukaran yang sungguh terjadi ini menjamin perubahan sejati yang akan terjadi pada saat pendosa secara sadar datang kepada Kristus untuk hidup yang baru.

Sekarang kita yakin (saya harap), bahwa kematian Kristus benar-benar merupakan karya keselamatan, dan kita siap untuk menghadapi pertanyaan, "Untuk siapa Kristus mati?" Pertanyaan ini adalah pertanyaan logis yang mengikuti kesimpulan kita sebelumnya. Jika Kristus sungguh melakukan sebuah karya penyelamatan di kayu salib, untuk siapakah Dia menyerahkan diri-Nya untuk membawa keselamatan?

KEMATIAN KRISTUS ADALAH SEBUAH SUBSTITUSI

Alkitab selalu menggunakan istilah penggantian (substitusi) untuk istilah penebusan dosa. Teologi Kristen mengatakan bahwa kematian Kristus adalah kematian yang menggantikan. Ini merupakan faktor dasar dalam menganalisa doktrin penebusan dosa yang terbatas. Dalam kematian-Nya, Ia menanggung dosa. Tapi dosa siapa? Dia dihukum demi kita. Tapi "kita" itu siapa?

Pertanyaan "untuk siapa Kristus mati?" adalah pertanyaan yang menyinggung penebusan dalam arti luas. Kita harus menjawab pertanyaan ini dengan terlebih dahulu menegaskan apa yang telah kita katakan sebelumnya tentang natur penebusan dosa oleh Kristus. Anda ingat, penebusan dosa merupakan karya nyata keselamatan yang membawa sebuah transaksi yang benar-benar menyelamatkan antara Allah dan pendosa. Kenyataan ini adalah kebenaran yang tidak dapat ditawar-tawar. Faktor kedua yang harus dipertimbangkan adalah karakter penggantinya.

Iman Reformed memandang penebusan dosa sebagai sebuah penggantian (substitution). Ini berarti bahwa Kristus mati untuk menggantikan kita.

Kita semua tahu apa arti substitusi/penggantian itu. Dalam permainan sepak bola, seorang pelatih kadang memanggil seorang pemain cadangan untuk menggantikan pemain lain yang cedera atau permainannya buruk. Pemain itu keluar dan pemain cadangan menggantikan tempatnya.

Kristus adalah pengganti kita di kayu salib. Dia mati menggantikan kita. Alih-alih memaku kita di salib, Allah menyediakan pengganti bagi kita di kayu salib dan mencurahkan murka-Nya atas-Nya. Namun di kayu salib, Allah juga memberikan kepada kita kebenaran (righteousness) Kristus.

Hal ini, seperti Rev. Carl Haak (seorang pendeta gereja Reformed Protestan) katakan dalam salah satu pesannya melalui radio, adalah sesuatu yang tidak biasa. Ketika seorang pemain cadangan dalam olahraga menggantikan posisi pemain lain, skor yang diperolehnya tidak diberikan pada orang yang dia gantikan. Namun, skor yang ia dapat adalah untuk dirinya sendiri.

Namun, penggantian yang Kristus lakukan di kayu salib berbeda. Ketika Dia mati di kayu salib, Tuhan memberikan kebenaran-Nya pada kita! Apa yang Pengganti kita dapatkan untuk kita, diberikan-Nya kepada kita.

Dalam teologi Kristen, kita menyebut penebusan ini sebagai penebusan yang dilakukan untuk orang lain. Alkitab menggunakan preposisi "untuk" (dalam bahasa Yunani -- "atas nama") untuk menunjukkan natur penebusan dosa yang substitusional dan dilakukan untuk orang lain ini.

"Sebab kasih Kristus yang menguasai kami, karena kami telah mengerti, bahwa jika satu orang sudah mati untuk (atas nama) semua orang, maka mereka semua sudah mati." (2 Korintus 5:14)

"dan kamu tidak insaf, bahwa lebih berguna bagimu, jika satu orang mati untuk (atas nama) bangsa kita dari pada seluruh bangsa kita ini binasa." (Yohanes 11:50)

"Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk (atas nama) kita, ketika kita masih berdosa." (Roma 5:8)

"yang sudah mati untuk (atas nama) kita, supaya entah kita berjaga-jaga, entah kita tidur, kita hidup bersama-sama dengan Dia." (1 Tesalonika 5:10)

"Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristuspun telah menderita untuk (atas nama) kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya." (1 Petrus 2:21)

"Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk (atas nama) kita; jadi kitapun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita." (1 Yohanes 3:16)

Pengertian penggantian ini bukanlah pengertian asing yang ada dalam agama dan budaya Ibrani. Dalam budaya Ibrani, ada sebuah praktik yang sangat menarik yang disebut penebus kerabat yang bisa menggambarkan aspek penggantian dalam penebusan dosa yang dilakukan Kristus.

Pada masa lalu, saat seorang wanita kehilangan suaminya, dia sangat rawan sekali dirugikan dan berada dalam bahaya. Dalam masyarakat yang menganut sistem patrilineal, di mana para pria yang berkuasa dan bekerja, sulit bagi seorang janda mencari pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Dan lagi, dia juga menjadi mangsa yang empuk bagi orang-orang jahat yang ingin mengambil keuntungan dari status hidupnya yang inferior.

Untuk melindungi seorang janda, hukum Musa mengizinkan seorang kerabat dekat untuk menikahinya. Kerabat pria yang akan menikahinya untuk menyelamatkannya dari situasi berbahaya ini disebut penebus kerabat.

Kamus Alkitab Easton mencatat beberapa fakta mengenai penebus kerabat dari Alkitab:

  1. Bahasa Ibrani untuk kerabat adalah "goel". Akar makna goel adalah menebus. Ini menyiratkan bahwa dalam pola pikir Ibrani, penebusan dilakukan untuk menyelamatkan orang-orang tertentu.
  2. "Goel" di antara kaum Ibrani, haruslah pria yang memiliki hubungan darah terdekat.

  3. "Goel" ini dibutuhkan untuk menyelesaikan beberapa kewajiban pentingnya. Bila seseorang dalam keadaan miskin dan tidak dapat menebus hartanya, adalah tugas kerabat untuk menebusnya (Imamat 25:25, 28; Rut 3:9, 12). Dia juga harus menebus kerabatnya yang telah menjual diri sebagai budak (Imamat 25:48, 49).

  4. "Goel" juga merupakan penuntut darah (Bilangan 35:21) bila kerabatnya mati dibunuh.

Yang paling mengesankan adalah fakta bahwa Allah adalah "Goel" umat- Nya, sebab Dia menebus mereka.

"Sebab itu katakanlah kepada orang Israel: Akulah TUHAN, Aku akan membebaskan kamu dari kerja paksa orang Mesir, melepaskan kamu dari perbudakan mereka dan menebus kamu dengan tangan yang teracung dan dengan hukuman-hukuman yang berat." (Keluaran 6:6)

"Tetapi sekarang, beginilah firman TUHAN yang menciptakan engkau, hai Yakub, yang membentuk engkau, hai Israel: "Janganlah takut, sebab Aku telah menebus engkau, Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaan-Ku." (Yesaya 43:1)

"Dia yang menebus hidupmu dari lobang kubur, yang memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat," (Mazmur 103:4)

Baca juga Yesaya 41:14; 44:6, 22; 48:20 dan Ayub 19:25.

Kristus adalah Penebus kerabat, "Goel", yang menebus umat Allah dari dosa. Penulis Perjanjian Baru menerapkan kebenaran ini dalam banyak cara. Salah satu pasal tentang hal ini terdapat dalam Roma 5.

Dalam Roma 5, Paulus membahas dua kepala umat manusia. Adam, katanya, adalah kepala umat manusia yang telah jatuh dalam dosa. Kristus adalah Kepala umat manusia yang sudah ditebus dan dibenarkan.

"Sebab itu, sama seperti oleh satu pelanggaran semua orang beroleh penghukuman, demikian pula oleh satu perbuatan kebenaran semua orang beroleh pembenaran untuk hidup. Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula oleh ketaatan satu orang semua orang menjadi orang benar." (Roma 5:8, 19)

Ketidakpatuhan Adam telah membawa maut bagi semua yang berdosa. Ini termasuk tiap-tiap manusia. Karena setiap manusia berdosa akibat dosa asal yang diwariskan Adam.

Ketaatan Kristus membawa kehidupan bagi manusia yang dibenarkan dalam kehidupan. Namun tentu saja, hal ini bukan untuk setiap manusia, karena tidak setiap manusia diselamatkan di dalam dan oleh Kristus.

Alasan mengapa semua orang mati karena Adam adalah karena Adam bertindak sebagai wakil kita di Taman Firdaus. Karena itu, dosa pribadinya memiliki konsekuensi yang sangat luass. Dosanya itu menghancurkan seluruh manusia. Dengan prinsip perwakilan yang sama, ketaatan Kristus telah memberikan kehidupan bagi banyak orang. Alasan mengapa tidak semua manusia dibenarkan dalam hidup adalah karena Kristus bukan wakil dari setiap manusia. Dia datang dan mati sebagai wakil dari umat pilihan Allah.

Bagaimana dengan kata "semua" di ayat 19? Kata ini jelas tidak secara serta-merta menunjuk kepada semua orang. Kata "semua" yang digunakan dalam teks tersebut digunakan untuk menunjukkan fakta bahwa konsekuensi dari dosa Adam berdampak pada lebih dari satu orang. Demikian pula, ketaatan Kristus membawa kehidupan bagi lebih dari satu orang. Ketaatan-Nya memberikan kehidupan bagi banyak orang.

Prinsip perwakilan ini adalah sebuah prinsip umum yang berlaku dalam banyak bidang kehidupan. Misalnya saja tragedi 11 September. Ketika Presiden Bush mengumumkan perang terhadap terorisme, pengumuman ini tidak hanya merupakan pernyataan pribadi. Meskipun keputusan itu dibuat oleh presiden, pernyataan itu merupakan proklamasi nasional. Suaranya mewakili suara seluruh rakyat Amerika.

Penebusan adalah penggantian. Penebusan juga adalah sebuah pelunasan. Apa yang diajarkan oleh dua kebenaran ini adalah bahwa penebusan Kristus melalui kematian-Nya benar-benar menghapuskan murka Allah terhadap mereka yang telah ditebus melalui kematian Kristus.

TIGA KEMUNGKINAN

Kita telah mengerti dua konsep dasar mengenai penebusan ini, sekarang marilah kita membahas tiga kemungkinan yang berhubungan dengan arti luas dari penebusan.

  1. Kristus mati untuk semua orang.
  2. Kristus mati bukan untuk siapa-siapa.
  3. Kristus mati untuk beberapa orang.

Apakah Kristus mati untuk semua manusia? Pernyataan pertama yang mengatakan, "Kristus mati untuk semua", saya katakan pada Anda, adalah hal yang mustahil. Jika Kristus benar-benar mati untuk menghapus murka Allah terhadap semua manusia di bumi, maka tidak ada seorang pun yang akan masuk neraka. Dan jika Kristus benar-benar menanggung kesalahan semua manusia di atas kayu salib, maka akibatnya pasti semua manusia akan diampuni, dibenarkan, dan diselamatkan. Pernyataan ini tentu saja tidak sesuai dengan apa yang kita lihat dalam kehidupan yang sebenarnya. Bahkan orang-orang non-Kristen dapat melihat bahwa tidak setiap orang masuk surga. Malahan, di dalam kehidupan nyata, banyak orang yang tersesat tanpa Tuhan.

Pandangan yang menyatakan bahwa Kristus mati untuk semua orang disebut sebagai universalisme. Pandangan ini dianut oleh sedikit kaum Kristen. Namun, kaum liberal sangat berpegang teguh memertahankan pandangan bahwa semua manusia suatu hari nanti akan diselamatkan.

Apakah Kristus mati bukan untuk siapa-siapa? Pernyataan bahwa Kristus mati bukan untuk siapa-siapa menunjukkan bahwa kematian Kristus semata-mata hanya sebagai suatu syarat. Dengan kata lain, Dia mati untuk membukakan jalan bagi para pendosa untuk diperdamaikan dengan Allah, dan mendapatkan pengampunan dan keselamatan.

Jelas ada masalah dalam pernyataan ini. Karena untuk mengatakan bahwa Kristus mati bukan untuk siapa-siapa benar-benar membuat penebusan itu tidak ada artinya. Sekali lagi, kita harus menanamkan dalam pikiran kita bahwa penebusan adalah suatu pelunasan dan penggantian yang benar-benar terjadi. Penebusan ini benar-benar menghapuskan murka Allah terhadap orang-orang yang ditebus melalui kematian Kristus. Pernyataan yang pertama paling tidak mengatakan bahwa Kristus benar- benar mati untuk manusia. Dia mati untuk semua orang. Tetapi opini yang kedua ini menghina seluruh doktrin penebusan. Karena opini yang kedua ini mengatakan bahwa Kristus menghapus keadilan Allah, tetapi bukan untuk siapa-siapa. Dan Kristus bukanlah penebus dosa bagi siapa pun. Dia juga tidak menghapus kesalahan setiap pendosa. Dan jika Kristus tidak menanggung dosa siapa pun, lalu untuk siapa Dia mati? Pernyataan ini membuat pernyataan di Alkitab yang menyatakan bahwa "Kristus mati bagi orang-orang yang berdosa" menjadi tidak berarti. Apakah Dia mati untuk semua manusia? Atau apakah Dia mati bukan untuk siapa-siapa? Kedua pernyataan itu tidak benar.

Jika kematian Kristus bagi semua orang berarti bahwa semua manusia akan masuk surga, maka Kristus mati bukan untuk siapa-siapa menunjukkan bahwa tidak seorang pun akan masuk surga. Pernyataan pertama tidaklah masuk akal, sedang pernyataan kedua adalah konyol. Bagaimana mungkin seseorang bisa mengatakan bahwa Kristus mati untuk pendosa bila pada saat yang sama dia menyatakan bahwa Dia mati bukan untuk para pendosa? Hal ini seperti meminta seorang manajer bank mengatakan bahwa Anda tidak punya uang di bank padahal sebenarnya Anda sudah mendepositokan uang Anda seminggu yang lalu.

Pernyataan kedua membuat penebusan menjadi benar-benar tidak diperlukan. Bila Kristus mati bukan untuk siapa-siapa, maka Dia datang tanpa tujuan yang spesifik untuk menyelamatkan manusia yang ini atau yang itu. Keselamatan benar-benar merupakan pilihan manusia. Kristus mati hanya untuk membuka jalan kepada Tuhan. Di kayu salib, Dia hanya bisa berharap bahwa manusia akan berbalik kepada-Nya. Kristus menunggu para pendosa kembali kepada-Nya. Karya-Nya telah selesai. Kini giliran kita. Dan Kristus tidak bisa menyelamatkan kita bila kita tidak melakukan sesuatu dengan kehendak dan kemampuan bebas kita.

Apa yang saya lihat sangat kurang dalam pandangan Arminian tentang penebusan ini adalah pandangan alkitabiah tentang penggantian (substitution). Suatu penebusan pengganti yang tidak menggantikan, menurut saya bukanlah suatu penebusan. Seorang yang tidak menebus tidak bisa disebut sebagai penebus.

KRISTUS MATI UNTUK MEREKA YANG TERPILIH

Pernyataan terakhir yang menyatakan bahwa Kristus mati hanya untuk beberapa orang adalah satu-satunya doktrin yang benar. Pernyataan tersebut benar bukan karena kita telah menolak kedua pernyataan sebelumnya, sehingga kita tinggal memiliki satu pilihan. Pernyataan tersebut benar karena doktrin ini sesuai dengan natur alkitabiah dalam doktrin penebusan. Kristus disalib untuk membayar lunas dosa orang- orang pilihan-Nya.

Mari kita lihat beberapa bukti alkitabiah yang menyiratkan bahwa Kristus mati untuk orang-orang tertentu.

Kristus mati untuk "umat-Nya":

"Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka." (Matius 1:21)

Kristus mati untuk domba-domba-Nya:

"Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya;" (Yohanes 10:11)

Kristus mati untuk gereja-Nya:

"Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya" (Efesus 5:25)

Kristus mati untuk orang-orang pilihan:

"Siapakah yang akan menggugat orang-orang pilihan Allah? Allah, yang membenarkan mereka? Siapakah yang akan menghukum mereka? Kristus Yesus, yang telah mati? Bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang juga duduk di sebelah kanan Allah, yang malah menjadi Pembela bagi kita?" (Roma 8:33-34)

Dari semua ayat di Alkitab yang membuktikan penebusan yang terbatas (ada banyak lagi ayat selain yang disebutkan di atas), saya paling suka menggunakan ayat dalam Roma 8. Di ayat 33, Paulus menguatkan pembacanya dengan mengatakan kepada mereka bahwa tidak seorang pun bisa menggugat orang-orang pilihan Allah dan menghukum mereka. Paulus menjelaskan alasannya di ayat 34, bahwa Kristus adalah Pribadi yang mati bagi mereka.

Kristus mati hanya untuk orang-orang pilihan. Ini adalah doktrin Alkitab yang jelas dan menyakinkan. (t/dian)

Sumber: 

Diterjemahkan dari:

Judul buku: The Readable Tulip: Understanding the Doctrines of Grace
Judul asli artikel: Limited Atonement
Penulis: Cheah Fook Meng
Penerbit: Genesis Book, Singapore 2003
Halaman: 29 -- 42

Komentar