Roh Kudus Penghibur yang Lain

Editorial: 

Dear e-Reformed Netters,

Roh Kudus adalah Penghibur dan Penolong yang diutus oleh Allah Bapa setelah kenaikan Allah Anak ke surga. Dialah Allah yang menyertai gereja-Nya senantiasa sampai kepada akhir zaman. Dia begitu mengasihi tiap-tiap gereja-Nya dengan kasih yang begitu dalam. Namun, tahukah kita betapa besarnya Roh Kudus mengasihi kita? Bisakah kita mengukur kasih Roh Kudus? Tahukah betapa besar perhatian-Nya kepada kita? "Tetapi setinggi langit di atas bumi, demikian besarnya kasih setia-Nya atas orang-orang yang takut akan Dia" (Mazmur 108:11). Ia mengasihi kita, selalu mengasihi, dan akan tetap mengasihi kita. Sungguh, Ia sendiri adalah anugerah terbesar yang diberikan bagi gereja-Nya sepanjang masa.

Dalam edisi bulan ini, kita akan bersama mengenal lebih jauh Pribadi Allah Roh Kudus yang diutus sebagai Sang Penghibur sejati bagi gereja-Nya, Ia membawa sukacita dan damai surga dalam tiap hati orang pilihan Allah. Kiranya melalui artikel yang kami sajikan ini, kita boleh semakin mengenal anugerah dan Pribadi Allah yang begitu mengasihi kita. Selamat membaca. Soli Deo Gloria

Ayub Pemimpin Redaksi e-Reformed,
Ayub
Edisi: 
Edisi 176/Mei 2016
Isi: 

"Bapa...akan memberikan kepadamu Penolong yang lain, supaya Ia bersamamu selamanya."
( Yohanes 14:16 )

Roh Kudus adalah Penghibur yang penuh kasih. Anggaplah saya sedang dalam kedukaan dan butuh penghiburan. Ketika "orang-yang-melihat" mendengar kesusahan saya, Ia datang, duduk, dan berusaha menyemangati saya. Ia memperkatakan perkataan yang menenangkan, tetapi Ia tidak mengasihi saya. Ia orang asing; Ia tidak mengenal saya sama sekali; Ia hanya datang untuk mencoba melakukan apa yang Ia bisa lakukan. Apa akibatnya? Kata-katanya meluncur seperti minyak pada permukaan batu pualam. Kata-kata itu seperti tetesan hujan pada sebuah batu. Kata-kata itu tidak menghilangkan kesedihan saya, yang masih tak bergeming, karena Ia tidak memiliki kasih untuk saya.

Bapa

Akan tetapi, ketika ada seseorang yang begitu mengasihi saya seperti mengasihi hidupnya sendiri datang dan berdoa bersama saya, maka sesungguhnya kata-katanya adalah musik. Kata-kata itu terasa seperti madu. Ia tahu kunci untuk membuka pintu hati saya, dan telinga saya suka akan setiap perkataannya, karena kata itu bagaikan harmoni seruit surgawi. Oh, itu adalah suara kasih. Ia berbicara dalam bahasanya sendiri. Ia adalah sebuah idiom dan sebuah aksen yang dapat menjangkau hati yang berduka. Kasih adalah satu-satunya sapu tangan yang dapat membasuh air mata seorang pekabung.

Bukankah Roh Kudus adalah Penghibur yang pengasih? Orang kudus, tahukah Anda betapa besarnya Roh Kudus mengasihi Anda? Bisakah Anda mengukur kasih Roh Kudus? Tahukah Anda betapa besar perhatian-Nya kepada Anda? Pergilah, ukurlah surga dengan neraca; timbanglah gunung dalam ukuran yang bisa terhitung; ambillah air laut dan hitunglah tiap tetesnya; hitunglah pasir di atas pantai yang memanjang. Ketika Anda sudah melakukan semua ini, Anda akan tahu betapa besarnya Ia mengasihi Anda. Ia telah mengasihi Anda sejak lama. Ia mengasihi Anda dengan sungguh. Ia selalu mengasihi Anda, dan Ia akan tetap mengasihi Anda. Sungguh, Ia adalah pribadi yang bisa menghibur Anda karena Dia seorang pengasih. Terimalah Dia, kemudian, biarkan Ia masuk ke dalam hati Anda, hai orang percaya, supaya Ia menghibur Anda dalam kedukaan.

Dia adalah Penghibur yang setia. Kasih kadang kala terbukti tidak setia. Oh, lebih tajam dari taring ular, kawan yang tidak setia. Oh, lebih pahit daripada pahitnya empedu, seorang teman yang meninggalkan saya dalam kedukaan. Oh, betapa merananya, ketika orang yang mengasihi saya dalam kelimpahan saya meninggalkan saya dalam hari-hari gelap pergulatan saya! Sedih memang, tetapi Roh Allah tidak seperti itu. Roh Allah selalu mengasihi, bahkan sampai akhir -- seorang Penghibur yang setia.

Anak Allah, Anda yang ada dalam masalah. Baru saja, Anda menemukan Dia seorang Penghibur yang setia dan pengasih. Anda menerima kelegaan dari-Nya ketika orang lain bagaikan tadah yang bocor. Ia menaruh Anda di dada-Nya dan memikul Anda pada lengan-Nya. Mengapa Anda tidak memercayai-Nya sekarang ini? Jauhkanlah ketakutan karena Ia adalah Penghibur yang setia.

"Tapi," kata Anda. "Saya khawatir saya akan jatuh sakit dan tak sanggup melakukan perintah-Nya." Meski demikian, Ia akan mengunjungi Anda di samping tempat pembaringan Anda dan duduk di samping Anda untuk memberi Anda penghiburan. "Tetapi duka saya lebih dari apa yang apa yang dapat Anda pikirkan. Gelombang demi gelombang menimpa saya. Seperti terpaan air terjun yang deras" (lihat Mazmur 42:7). Meski demikian, Ia akan setia pada janji-Nya.

"Oh, tetapi saya sudah berdosa." Memang benar, tetapi dosa tidak memisahkan Anda dari kasih-Nya. Ia masih mengasihi Anda. Jangan berpikir, anak Allah yang malang, bahwa karena luka akibat dosa-dosa Anda yang lama, merusak keindahan Anda hingga kasih-Nya kepada Anda berkurang karena noda itu. Tidak! Ia mengasihi Anda ketika Ia sudah lebih dulu tahu bahwa Anda akan berdosa. Ia mengasihi Anda sembari mengetahui segala kejahatan Anda. Kasihn-Nya tidak berkurang kepada Anda saat ini. Datanglah kepada-Nya dengan keberanian dalam iman. Katakan kepada-Nya Anda telah membuat-Nya sedih. Ia akan melupakan pelanggaran Anda dan akan menerima Anda lagi. Sentuhan kasih-Nya akan diberikan-Nya untuk Anda. Lengan kemuliaan-Nya akan memeluk Anda. Ia setia, jadi percayalah kepada-Nya. Ia tidak akan pernah menipu Anda. Percayalah kepada-Nya karena Ia tidak akan pernah meninggalkan Anda.

Ia adalah seorang Penghibur yang teguh. Kadang kala saya mencoba menghibur seseorang yang sedang menghadapi cobaan. Dari dulu hingga kini, Anda mungkin menemui orang-orang gelisah seperti ini. Anda bertanya, "Apa masalah Anda?" Anda mendengarnya, dan Anda mencoba, jika mungkin, menghilangkan kegelisahannya. Akan tetapi, ketika Anda berusaha mencari inti masalahnya, Anda menemukan bahwa masalah itu bergeser ke persoalan lain. Anda mengubah argumen dan memulainya lagi, tetapi Anda tidak menemukannya. Anda menjadi bingung. Anda merasa seperti Hercules yang memotong kepala naga yang terus-menerus tumbuh lagi dan menyerah dalam keputusasaan. Anda bertemu dengan orang yang tidak mungkin dihibur, berpikir bahwa orang itu membelenggu dirinya sendiri dengan rantai dan membuang kuncinya sehingga tak seorang pun bisa membebaskan dia.

Saya menemukan sejumlah orang terikat dalam rantai keputusasaan. Mereka mengeluh, "Saya begitu menderita" (Ratapan 3:1). "Kasihani saya, kasihani saya, hai teman." Semakin Anda mencoba menghibur orang-orang macam ini, mereka makin terpuruk. Karena itu, dengan terpaksa, kita tinggalkan mereka bertanya-tanya sendirian di antara kuburan sukacita mereka di masa lalu. Namun, Roh Kudus tidak pernah kekurangan hati pada mereka yang dikehendaki-Nya memperoleh penghiburan. Roh Kudus berusaha menghibur kita, tetapi kita lari dari kebaikan yang Ia tawarkan. Ia memberi minuman yang manis demi menyembuhkan kita, tetapi kita tidak meminumnya. Ia menunjukkan sejumlah tanda-Nya yang ajaib untuk menghalau segala kesusahan kita, tetapi kita menampiknya. Namun, Ia terus bersikeras kepada kita. Meski kita mengatakan bahwa kita tidak mengalami penghiburan. Ia mengatakan kita akan mengalaminya. Dan, apa yang Ia katakan, Ia kerjakan. Ia tidak menyerah dengan semua dosa kita, tidak dengan segala sungut kita.

Betapa bijaknya Roh Kudus sebagai Penghibur. Ayub dikelilingi oleh para penghibur, dan saya pikir Ia benar ketika Ia berkata, "Kalian semua para penghibur yang menyedihkan" (Ayub 16:2). Namun, saya berani mengatakan bahwa teman-teman Ayub berpikir kalau mereka adalah orang yang bijaksana. Ketika seorang pemuda bernama Elihu mengangkat suaranya, mereka menilai Elihu lancang bicara. Bukankah mereka para mentor yang berpengaruh dan dihormati? Tidakkah mereka memahami duka dan kesengsaraan Ayub? Jika mereka tidak dapat menghibur Ayub, siapa dapat? Akan tetapi mereka tidak menemukan sebab (Ayub menderita).

Mereka berpikir Ayub bukan anak Allah sejati, dan bahwa ia merasa diri benar, dan lalu memberikan pengobatan yang keliru. Ketika seorang dokter salah menetapkan diagnosis, resep, dan lain-lain dan akibatnya mungkin, membunuh pasien, itu adalah sebuah malapetaka. Kadang-kadang, ketika kita mengunjungi seseorang, kita salah mengartikan sakit mereka. Kita ingin menghibur mereka pada titik ini, sementara mereka tidak membutuhkannya sama sekali, dan mereka lebih suka sendiri daripada diganggu oleh para penghibur yang buruk seperti kita.

Namun, betapa bijaksananya Roh Kudus itu! Ia menyapih jiwa, meletakkannya pada sebuah meja, dan membedahnya saat itu juga. Ia mampu menemukan akar masalah. Ia memahami apa yang sebenarnya menjadi keluhan, dan kemudian menggunakan pisau di tempat di mana sesuatu perlu diangkat dari situ, atau menempelkan sebuah plester di mana luka itu berada. Ia tidak pernah membuat kesalahan. Oh, betapa bijaksananya Roh Kudus! Saya berpaling dan meninggalkan semua penghibur karena Engkau sajalah yang memberi penghiburan terbaik.

Perhatikan juga betapa amannya cara Roh Kudus bekerja. Ingatlah bahwa tak semua penghiburan itu baik. Di suatu tempat, ada seorang pemuda yang sangat murung. Anda mengetahui penyebab kemurungannya. Ia masuk ke rumah Tuhan dan mendengar seorang pengkhotbah karismatik. Firman yang dibawakan memberkatinya dan menyadarkan dia akan dosanya. Ketika Ia pulang ke rumah, ayah dan kerabat lainnya menemukan ada sesuatu yang berbeda tentang dia. "Oh," kata mereka, "John sudah gila. Dia gila." Apa yang ibunya katakan? "Kirim dia ke pedesaan selama seminggu. Biarkan dia berpesta atau menonton pertunjukan." Beberapa waktu kemudian, mereka bertanya, "John, apakah kamu menemukan penghiburan di sana?" "Ah tidak, semua yang ada di sana membuat saya bertambah susah. Ketika saya berada di sana, saya berpikir neraka akan terbuka dan akan menelan saya." "Apakah kamu menemukan kelegaan dalam kefanaan dunia?" "Tidak," katanya, "saya pikir semua itu hanya membuang waktu." Duh! Itu penghiburan yang payah, tetapi seperti itulah penghiburan cara dunia.

Ketika seorang Kristen mengalami kesusahan, berapa orang akan merekomendasikan obat yang tidak tepat! Pergi dengarkanlah Pengkhotbah yang ini dan yang itu. Ajaklah beberapa teman datang ke rumah. Bacalah beberapa seri buku yang menghibur. Kemungkinan besar itu adalah cara-cara yang tidak aman dalam dunia ini. Iblis kadang kala masuk ke dalam jiwa seseorang sebagai penghibur yang palsu dan mengatakan kepada jiwa orang ini, "Apa gunanya semua hal yang berhubungan dengan pertobatan ini? Kamu tak lebih buruk dari orang lain." Ia berusaha membuat jiwa Anda percaya bahwa prasangka seseorang adalah penghiburan dari Roh Kudus. Dengan demikian, orang itu menyesatkan banyak orang lain melalui penghiburan palsu.

Banyak orang seperti seorang bayi, dihancurkan oleh obat-obatan yang diberikan kepada mereka hingga mereka terlelap. Banyak orang kecewa oleh seruan "damai, damai, ketika tidak ada damai" (Yeremia 6:14), mendengar hal-hal yang menyenangkan ketika saatnya mereka perlu ditegur. Ular beludak Cleopatra diletakkan dalam keranjang bunga, dan kejatuhan manusia sering kali berasal dari perkataan yang baik dan menyenangkan. Akan tetapi, penghiburan dari Roh Kudus itu aman, dan Anda bisa merasa tenang. Biarkan Ia berbicara, dan akan ada sebuah realita dari sana. Biarkan Ia memberi secangkir penghiburan, dan Anda bisa meminumnya sampai tak tersisa, karena di dalamnya tidak ada obat penenang, tak ada racun atau kebinasaan. Semuanya aman.

Bapa

Terlebih lagi, Roh Kudus adalah Penghibur yang aktif; Dia tidak menghibur Anda dengan kata-kata, tetapi dengan perbuatan. Sejumlah penghiburan Ia berikan dengan, "menjadikan hangat dan kenyang; sementara [mereka] tidak menyediakan hal-hal yang dibutuhkan tubuh" (Yakobus 2:16). Namun, Roh Kudus memberikannya. Ia bersyafaat bagi kita. Ia memberi janji pada kita, Ia memberi kita kemuliaan, dan Ia menghibur kita. Ia selalu menjadi Penghibur yang sukses. Ia tidak pernah mencoba melakukan apa yang tak bisa diselesaikan-Nya.

Ia juga adalah Penghibur yang Mahahadir, sehingga Anda tak perlu memanggil-Nya. Allah Anda selalu berada di dekat Anda, dan ketika Anda membutuhkan penghiburan dalam kesusahan, ketahuilah, "perkataan-Nya dekat denganmu, bahkan dalam mulut dan hatimu" (Roma 10:8). Ia pertolongan yang selalu ada dalam kesusahan.

Diterjemahkan dari dari:
Judul Buku : Joy in Your Life
Judul Asli Artikel : The Holy Spirit, Another Comforter
Penulis : Charles Spurgeon
Penerjemah : Aji
Penerbit : Whitaker House, Pennsylvania 1998.
Halaman : 41 -- 47

Komentar